James Webb Temukan Bukti Kuat 'Bintang Lubang Hitam' GLIMPSE-17775
James Webb menemukan bukti terkuat fenomena black hole stars pada objek GLIMPSE-17775. Analisis spektrum terdalam oleh tim University of Texas at Austin menunjukkan objek ini kemungkinan besar adalah lubang hitam supermasif yang diselubungi gas padat. Temuan dipaparkan oleh Vasily Kokorev dan kolega pada 12 Juni 2026, berdasarkan data pengamatan teleskop.
Analisis spektrum mendetail
Pengamatan menghasilkan lebih dari 40 garis spektrum, jumlah yang jauh melampaui model awan gas sederhana. Garis-garis ini meliputi unsur-unsur yang menandai lingkungan ekstrem di sekitar sumber energi kuat.
- Hidrogen
- Oksigen
- Helium
- Besi (termasuk fenomena hutan besi sebanyak 16 garis)
Selain itu, para peneliti menemukan tanda-tanda fluoresensi dan penyerapan helium. Data juga menunjukkan efek hamburan elektron, yang mengindikasikan adanya selubung gas padat mengitari sumber energi.
Model BH* atau black hole star
Berdasarkan pola spektrum, tim mengusulkan skenario BH* atau black hole star. Dalam model ini, lubang hitam supermasif tumbuh cepat sambil dikelilingi medium gas padat yang terionisasi sebagian. Kondisi tersebut berbeda dengan awan gas berputar biasa.
Keberadaan selubung gas padat menjelaskan hamburan elektron dan kombinasi garis emisi serta absorpsi yang terdeteksi. Temuan ini memperkuat gagasan bahwa beberapa sumber sangat bercahaya adalah lubang hitam yang — secara efektif — dibungkus oleh atmosfer gas tebal.
Peran pelensaan gravitasi
GLIMPSE-17775 terlihat melalui efek pelensaan gravitasi oleh gugus galaksi Abell S1063. Fenomena ini memperkuat sinyal sehingga pengamatan setara dengan 80 jam waktu teleskop, padahal data asli direkam selama 30 jam.
Penguatan seperti ini memungkinkan pemeriksaan spektrum pada kedalaman yang sebelumnya tidak mungkin dicapai untuk sumber sejarak ini.
"Dengan GLIMPSE-17775, kita dapat menguji model-model ini berkat kedalaman dan keunikan spektrum sumber ini," ujar Vasily Kokorev.
Implikasi dan langkah berikutnya
Temuan membuka jalur baru untuk memahami bagaimana lubang hitam tumbuh di lingkungan padat. Jika terkonfirmasi, fenomena black hole star dapat menjelaskan beberapa quasar dan sumber inframerah yang sangat terang di alam semesta awal.
Para peneliti mendorong pengamatan lanjutan dengan James Webb dan instrumen lain untuk memetakan populasi objek serupa. Hasil ini juga mendorong pengembangan model fisika radiasi dan transfer radiasi dalam medium gas padat.
Berita Terkait
ASTRAL Andalkan Smart Window dan Fasad 3D di IndoBuildTech 2026
ASTRAL pamerkan AFT Smart Window, pintu LUCE, dan fasad 3D pada Business Impact menjelang IndoBuildTech Expo...
Tantangan dan Peluang AI di Indonesia: Pendaftaran, Akuntabilitas, Literasi
Akademisi dan praktisi di Universitas Jayabaya minta pendaftaran sistem AI, akuntabilitas hukum, dan literas...
NASA Umumkan Awak Artemis III, Misi Latihan di Orbit Rendah
NASA mengumumkan empat awak Artemis III; misi akhir 2027 jadi latihan di orbit rendah untuk menguji wahana p...
Sesar Aktif Jawa Belum Terpetakan, Risiko Gempa Perlu Kajian Mendalam
Prof. Danny: sesar aktif Jawa belum terpetakan, sehingga risiko gempa perlu kajian lebih mendalam dan pemuta...
ASUS ExpertBook Ultra B9406, Laptop Bisnis Ringkas Berfitur AI
ASUS ExpertBook Ultra B9406 hadir untuk profesional: laptop bisnis ringkas dengan performa AI cepat, layar O...
Netflix, Shopee dan 64 Platform Laporkan Penilaian Mandiri
Pemerintah terima 175 laporan penilaian mandiri dari 64 platform digital terkait perlindungan anak dan konte...