Nasional

Gempa Susulan NTT Capai 17.073 Kali, BMKG: Belum Mereda

Bagikan:
Peta dan informasi BMKG tentang aktivitas gempa susulan di NTT pasca M7,7 Flores

BMKG melaporkan aktivitas gempa susulan di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih tinggi setelah gempa utama magnitudo M7,7 pada 15 Agustus 2026. Hingga Senin, 21 September 2026, tercatat 17.073 kejadian susulan dengan magnitudo terbesar M6,2.

Jumlah aftershock dan pemantauan BMKG

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyatakan hasil monitoring menunjukkan puluhan ribu kejadian susulan. BMKG terus memperbarui informasi untuk stakeholder dan masyarakat.

"Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 17.073 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Dengan magnitudo terbesar M6,2,"

Menurutnya, rangkaian gempa ini berkaitan langsung dengan gempabumi M7,7 di Flores pada 15 Agustus 2026. BMKG menekankan pemantauan berkelanjutan untuk mengantisipasi potensi dampak lebih lanjut.

Gempa terkini: Lamba Leda, Manggarai Timur

Pada Senin pagi, 21 September 2026 sekitar pukul 08.41 WIB, BMKG mencatat gempa magnitudo M5,1 mengguncang Lamba Leda, Manggarai Timur. Analisis menunjukkan kedalaman sekitar 10 km.

Episenter gempa terletak pada koordinat 8,37° LS ; 120,58° BT, atau sekitar 29 km timur laut Ruteng. BMKG menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Penyebab dan karakter gempa

Dengan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, BMKG menyebut gempa yang terjadi termasuk jenis gempa dangkal. Peristiwa ini terkait aktivitas Flores Back-arc Thrust yang aktif di wilayah NTT.

Imbauan keselamatan dan sumber informasi resmi

BMKG meminta masyarakat tetap tenang dan menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Masyarakat juga diminta memverifikasi informasi dari kanal resmi BMKG.

"BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat. Masyarakat kami harapkan tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,"

Untuk informasi resmi, BMKG mengarahkan publik ke kanal yang terverifikasi, termasuk akun @infoBMKG di Instagram dan Twitter, website, serta kanal NOTIFIKASI resmi lainnya:

BMKG juga mengingatkan pentingnya pengecekan berkala kondisi bangunan dan kesiapsiagaan keluarga menghadapi kemungkinan guncangan susulan.

Dengan letusan aktivitas susulan yang masih berlangsung, pemantauan dan komunikasi resiko tetap menjadi fokus utama lembaga terkait untuk mengurangi dampak terhadap masyarakat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait