Modernisasi Peternakan Ubah Hidup Gaucho di Uruguay
Fotografer Uruguay Luis Fabini menyatakan modernisasi peternakan mengubah gaya hidup gaucho sejak akhir abad ke-19, ketika lahan mulai dipagari dan industri ternak berkembang pesat.
Perubahan mobilitas dan pola hidup
Fabini menjelaskan pagar-pagar yang bermunculan di berbagai wilayah Amerika pada akhir abad kesembilan belas membatasi mobilitas para gaucho. Akibatnya, kehidupan nomaden yang menjadi ciri komunitas ini mulai menyusut dan mereka kian menetap di peternakan.
"Dulu gaucho dapat berpindah bebas di wilayah terbuka, namun kondisi itu berubah setelah lahan mulai dipagari. Perubahan tersebut mendorong mereka menetap dan bekerja pada peternakan yang berkembang di berbagai wilayah Amerika," ujar Fabini pada dialog Luis Fabini: Behind Gauchos secara daring, Rabu malam, 10 Juni 2026.
Peran baru dalam ekonomi peternakan
Fabini menyebut munculnya peternakan modern merombak pola kerja masyarakat pedesaan Uruguay. Para gaucho beralih dari kehidupan nomaden ke peran yang lebih terstruktur dalam pengelolaan ternak.
Perubahan itu berkontribusi pada pertumbuhan industri daging yang kini menjadi salah satu penopang ekonomi Uruguay bersama sektor pariwisata. Menurut Fabini, keterkaitan historis antara gaucho dan peternakan tetap kuat meski bentuknya berubah.
Nilai budaya yang bertahan
Meski peran sosial dan ekonomi bergeser, Fabini menilai nilai-nilai inti gaucho tetap hidup. Identitas mereka tidak semata pekerjaan, tetapi juga tradisi dan cara hidup yang diwariskan antargenerasi.
Ia menekankan semangat kebebasan dan kedekatan dengan alam masih menjadi bagian penting budaya gaucho, sekalipun adaptasi pada praktik peternakan modern terus berlangsung.
Hubungan budaya Uruguay–Indonesia
Pemerintah Uruguay juga melihat budaya sebagai jembatan hubungan antarnegara. Duta Besar Uruguay untuk Indonesia, Cristina Gonzales, mengatakan kerja sama budaya mempererat pemahaman dan kedekatan masyarakat kedua negara.
"Komunikasi dan hubungan antarmanusia menjadi cara penting untuk mendekatkan kedua negara melalui berbagai kegiatan budaya. Seni menjadi salah satu sarana yang efektif untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Uruguay secara berkelanjutan," kata Gonzales.
Fabini turut menampilkan karya visual yang merekam jejak gaucho. Salah satu foto memperlihatkan seorang gaucho menunggang kuda saat menggiring ternak di padang rumput. Foto tersebut tersedia di Instagram/@luisfabini.
Peralihan dari mobilitas bebas ke kehidupan terikat peternakan mencerminkan transformasi sosial-ekonomi Uruguay. Ke depan, dialog budaya dan dokumentasi visual seperti karya Fabini dianggap penting untuk menjaga agar nilai-nilai tradisi tetap hidup sambil menghadapi modernisasi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Trailer Kedua Sense and Sensibility Rilis, Daisy Edgar-Jones Jadi Elinor
Trailer kedua adaptasi Jane Austen, Sense and Sensibility, dirilis 30 September 2026; Daisy Edgar-Jones meme...
Lyodra Rilis "Terkunci di Kamu" dengan 10 Lagu, Kolab Bilal
Lyodra umumkan album "Terkunci di Kamu" rilis 9 Oktober 2026, berisi 10 lagu termasuk kolaborasi dengan Bila...
MEOVV Siap Comeback dengan Single Album "GO HARD"
MEOVV akan merilis single album "GO HARD" berisi dua lagu pada 12 Oktober; rilis membawa tema pendewasaan da...
Barasuara Ungkap Proses Kreatif Lagu 'Api dan Mimpi' untuk GJLS
Barasuara mengungkap proses pembuatan lagu "Api dan Mimpi" untuk film GJLS: Berapi-Api, dimulai dari DM Rige...
GJLS: Berapi-Api Rilis Trailer dan OST 'Api dan Mimpi'
Trailer dan poster GJLS: Berapi-Api dirilis; Barasuara bawakan OST 'Api dan Mimpi'. Film tayang 5 November 2...
Kenapa Piano Identik dengan Musik Klasik?
Piano melekat pada musik klasik karena sejarah, inovasi Cristofori, dan peran sentralnya sejak abad ke-18 hi...