Olahraga

UEFA Tolak Rencana FIFA Buka Investasi Swasta untuk Kompetisi

Bagikan:
Stadion sepak bola dan logo FIFA melambangkan rencana investasi swasta untuk kompetisi

FIFA mengusulkan membuka akses investasi swasta untuk membiayai pengembangan kompetisi, termasuk Piala Dunia, namun rencana itu langsung ditolak oleh UEFA dan mendapat kecaman politik. Usulan ini mencuat pada akhir Juli 2026 dan memicu perdebatan soal pengelolaan aset olahraga global.

Rencana investasi dan struktur FFE

FIFA menyatakan akan memperluas pendanaan pengembangan sepak bola hingga lebih dari 10 miliar dolar AS. Skema itu melibatkan pembentukan anak usaha baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) yang membuka peluang investasi minoritas dari pihak swasta.

Menurut FIFA, investor hanya akan memegang kepemilikan minoritas dan tidak memiliki kendali operasional. Organisasi itu menegaskan tetap memegang kewenangan penuh atas regulasi, kalender internasional, dan penyelenggaraan kompetisi.

Usulan ini harus mendapat persetujuan dari 211 asosiasi anggota FIFA melalui pemungutan suara. Jika disetujui, kelompok investor diperkirakan akan dipimpin oleh Thrive Eternal, perusahaan modal ventura yang didirikan Joshua Kushner.

Sumber internal menyebut belum ada pembahasan final mengenai posisi CEO untuk FFE. FIFA juga menyebut setiap asosiasi anggota berpeluang memperoleh dana pengembangan hingga 20 juta dolar AS.

Kritik keras dari UEFA

UEFA bereaksi cepat dan menilai proposal itu melampaui batas tanggung jawab badan pengelola sepak bola. Badan pengatur sepak bola Eropa mempertanyakan aspek transparansi serta siapa yang akan mendapat keuntungan finansial dari skema ini.

"Ini telah melewati batas yang tidak boleh dilanggar lembaga pengelola sepak bola. Jiwa dan tata kelola sepak bola bukan aset yang bisa diperjualbelikan,"

Dalam pernyataannya, UEFA menegaskan perlunya menjaga independensi tata kelola dan nilai-nilai komunitas sepak bola dari intervensi komersial yang berlebihan.

Reaksi politik dan implikasi

Rencana FIFA itu juga mendapat kecaman dari kalangan politik. Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, menyatakan melalui jejaring sosial bahwa sepak bola harus tetap menjadi milik para penggemar, bukan investor.

"Sepak bola bukan milik investor, melainkan orang-orang yang memenuhi stadion setiap pekan. Piala Dunia bukan produk yang bisa dijual, dan sepak bola akan selalu menjadi milik para penggemar,"

Presiden FIFA, Gianni Infantino, membela rencana tersebut dengan alasan ekonomi. Ia menyatakan pertandingan sepak bola telah menciptakan nilai komersial besar, dan tugas organisasi adalah memastikan manfaat itu dinikmati secara inklusif oleh semua negara.

"Pertandingan sepak bola telah menciptakan nilai komersial luar biasa, dan kami menyambut keberhasilan itu. Tugas kami memastikan seluruh sepak bola berkembang secara berkelanjutan dan inklusif di setiap penjuru dunia,"

Langkah berikutnya

Proposal ini kini menunggu pemungutan suara di forum anggota FIFA. Jika disetujui, implementasi dan mekanisme transparansi akan menjadi fokus pengawasan. Penolakan awal dari UEFA dan kritik publik menunjukkan putaran persetujuan bukanlah proses yang mudah.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait