FIFA Mulai Proses Disipliner terhadap Argentina atas Insiden Piala Dunia 2026
FIFA resmi membuka proses disipliner terhadap Federasi Sepak Bola Argentina dan sejumlah pemain timnas, Kamis, 30 Juli 2026. Langkah itu diambil terkait dugaan pelanggaran selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026, termasuk insiden spanduk berbau politik setelah laga semifinal di Atlanta dan keributan pasca final di New Jersey.
Proses disipliner dan latar belakang
Penyelidikan meliputi pelbagai insiden yang terjadi sepanjang turnamen. FIFA menegaskan kompetisi tidak boleh dipakai untuk menyampaikan pesan politik atau tindakan di luar ranah olahraga.
Kasus serupa pernah melibatkan Argentina pada 2014; AFA dijatuhi denda sebesar 20 ribu pound sterling setelah membentangkan spanduk serupa menjelang laga persahabatan melawan Slovenia.
Daftar dugaan pelanggaran
FIFA menyebut akan menelaah berbagai perilaku yang berpotensi melanggar Kode Disiplin. Poin-poin pemeriksaan meliputi:
- Pengibaran spanduk bertuliskan klaim wilayah, yang dinilai merupakan pesan politik.
- Nyanyian dan gestur diskriminatif dari pemain maupun suporter.
- Keterlambatan kick-off serta pelanggaran terhadap protokol keamanan stadion.
- Pelemparan benda dari tribun dalam beberapa pertandingan.
Termasuk nyanyian dan gestur diskriminatif, keterlambatan kick-off, pelanggaran terhadap protokol keamanan, pesan-pesan tidak pantas dari tim maupun suporter, hingga pelemparan benda dari tribun dalam beberapa pertandingan.
Tuduhan terhadap pemain
Selain pemeriksaan terhadap federasi dan suporter, FIFA juga melayangkan tuduhan kepada beberapa pemain terkait insiden di lapangan.
- Leandro Paredes menghadapi tiga tuduhan terkait dugaan tindakan menyerang lawan, setelah insiden di akhir laga final.
- Nahuel Molina dikenai dua tuduhan.
- Thiago Almada, Roberto Ayala, dan Gavi masing-masing menghadapi satu tuduhan perilaku tidak sportif.
Insiden memuncak usai final di New Jersey ketika Paredes mendorong pemain Spanyol, Gavi, sehingga membuat ketegangan meningkat ketika pemain cadangan masuk ke lapangan untuk merayakan kemenangan Spanyol.
Proses pemeriksaan dan hak pembelaan
FIFA menegaskan semua pihak yang dituduh telah diberi kesempatan untuk menyampaikan pembelaan. Keputusan akhir akan diambil oleh Komite Disiplin setelah seluruh tahapan pemeriksaan selesai.
Sesuai dengan kode disiplin, para tertuduh telah diberi kesempatan untuk menyampaikan sikap mereka. Setelah itu komite disiplin akan mengeluarkan keputusannya pada waktu yang tepat.
Implikasi dan langkah selanjutnya
Jika terbukti melanggar, sanksi dapat berupa denda, larangan hadir di stadion, atau sanksi lain sesuai Kode Disiplin FIFA. Keputusan komite akan menentukan nasib federasi dan pemain yang tersangkut kasus ini.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Kiandra Ramadhipa Raih Podium di Putaran Akhir Moto3 Junior Misano
Kiandra Ramadhipa finis kedua di Race 2 Moto3 Junior Misano dan menutup musim 2026 di posisi kelima dengan 1...
Persib Rekrut Igor Tolic sebagai Asisten Pelatih
Persib resmi mengganti asisten pelatih Goran Paulic dengan Igor Tolic, rekomendasi Bojan Hodak, diumumkan 2...
Panama Lolos Perempat Final Copa America 2024 usai Tumbangkan Bolivia
Panama melaju ke perempat final Copa America 2024 usai menaklukkan Bolivia 3-1; gol Fajardo, Guerrero, dan Y...
Uruguay Hentikan AS 1-0 dan Melaju ke Perempat Final Copa America
Uruguay menang 1-0 atas AS di Arrowhead dan melaju ke babak delapan besar Copa America lewat gol Mathias Oli...
Goran Paulic Resmi Tinggalkan Persib
Goran Paulic, asisten pelatih asal Kroasia, mengakhiri kerja sama dengan Persib pada 2 Juli 2024 menjelang L...
Kapolresta Bandung Cup: Puluhan Tim U-16 Berlaga di Jalak Harupat
Puluhan tim U-16 bersaing di Kapolresta Bandung Cup (2-5 Juli 2024) di Sor Si Jalak Harupat sebagai wadah pe...