Hiburan

Fadli Zon Dorong Penggunaan Soundtrack Orisinal di Film Indonesia

Bagikan:
Menteri Kebudayaan Fadli Zon berbicara di konferensi pers FFI 2026

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong penggunaan soundtrack orisinal dalam produksi film Indonesia untuk memperkuat identitas karya seni sinema. Pernyataan itu disampaikan saat konferensi pers Festival Film Indonesia (FFI) di Hutan Kota, Jakarta Selatan, Kamis, 18 Juni 2026. Ia menilai musik yang diciptakan khusus mampu memberi karakter kuat dan menyatu dengan narasi film.

Dorongan untuk soundtrack orisinal

Fadli menekankan bahwa soundtrack yang lahir bersamaan dengan proses produksi akan lebih efektif mengikat cerita dan unsur musikal. Ia mengingatkan agar bukan sekadar menempelkan lagu populer ke dalam film, melainkan menciptakan musik yang menjadi "roh" karya tersebut.

"Jadi bukan musik atau lagu yang sudah populer ditempelkan ke dalam film. Tapi ada film dan kemudian ada lagu yang menjadi roh dalam film,"

Dukungan pemerintah dan kolaborasi

Menurut Fadli, pemerintah siap mendukung pengembangan musik orisinal yang didedikasikan untuk film nasional. Dukungan itu diharapkan memperkuat kolaborasi antara sineas, komposer, dan musisi Indonesia.

"Ada dukungan untuk membuat soundtrack asli, musik yang khusus didedikasikan dari film. Tadi sudah disampaikan oleh mas Budi selaku Ketua Bidang Penjurian FFI 2026,"

Alasan historis dan contoh karya legendaris

Fadli menilai penggunaan lagu populer sebelumnya tidak selalu memperkuat karakter film secara utuh. Sebaliknya, musik yang dikembangkan bersama produksi memberi pengalaman berbeda dan memperkuat daya ingat penonton.

Ia mencontohkan karya-karya komposer Idris Sardi yang meninggalkan kesan mendalam. Film seperti Cinta Pertama dan Badai Pasti Berlalu disebutnya sebagai contoh soundtrack yang abadi dan terintegrasi dengan cerita.

"Saya ingat dulu Idris Sardi selalu memenangkan soundtrack film, karena soundtracknya itu asli. Lalu ada film Cinta Pertama, Badai Pasti Berlalu, atau film pada saat itu menjadi soundtrack film abadi,"

Apresiasi dari FFI dan harapan ke depan

Ketua Bidang Penjurian FFI 2026, Budi Irawanto, memberikan apresiasi atas dedikasi insan perfilman nasional dan menekankan peran industri sebagai pilar kebudayaan. Ia menyebut FFI sebagai ruang bersama untuk merayakan dan memperkuat ekosistem sinema Indonesia.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan perfilman Indonesia yang bekerja keras dengan dedikasi, kreativitas, semangat, dan kolaborasi. FFI 2026 menjadi ruang bersama untuk merayakan daya hidup sinema Indonesia dalam merekam, merawat, dan meneruskan kehidupan bangsa,"

Langkah mendorong soundtrack orisinal dipandang sebagai cara memperkuat identitas dan kualitas karya film Indonesia. Jika tradisi ini tumbuh kembali, industri diharapkan melahirkan film yang lebih berkarakter dan memiliki nilai artistik tinggi.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait