FA Perketat Sanksi Diskriminasi, Minimum Larangan 10 Laga
Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) memperketat hukuman untuk pelanggaran diskriminasi mulai musim 2026/2027 dengan ancaman larangan bermain minimal 10 pertandingan. Kebijakan ini berlaku di seluruh kompetisi yang diawasi FA dan ditujukan untuk menindak perilaku diskriminatif dari pemain, manajer, maupun staf teknis.
Aturan baru dan ruang lingkup pelanggaran
Perubahan tersebut menggantikan rentang skorsing sebelumnya yang berkisar antara enam hingga 12 pertandingan. Ketentuan baru tercantum dalam aturan disipliner FA, termasuk ketentuan Aturan E3.2 untuk pelanggaran berat.
Jenis pelanggaran yang diatur meliputi diskriminasi berdasarkan etnis, warna kulit, ras, agama, dan kewarganegaraan. Selain itu, ketentuan juga mencakup:
- jenis kelamin;
- identitas gender;
- orientasi seksual; dan
- disabilitas.
Siapa yang dikenai dan bagaimana penerapannya
Aturan ini tidak hanya menargetkan pemain di lapangan. FA menegaskan bahwa manajer, staf di area teknis, dan pihak lain yang berada di bawah yurisdiksi FA juga dapat dijatuhi sanksi sesuai ketentuan baru.
Skala hukuman dan kondisi keringanan
Meski batas bawah ditetapkan pada 10 pertandingan untuk pelanggaran berat, komisi regulasi masih memiliki wewenang untuk menjatuhkan hukuman yang lebih berat jika terdapat faktor pemberat signifikan. Dalam kasus sangat serius, sanksi dapat berupa skorsing dengan durasi tak terbatas atau berbasis waktu yang panjang.
Sementara itu, hukuman minimal enam pertandingan tetap dimungkinkan dalam situasi tertentu. Keringanan dapat diberikan jika ada faktor meringankan atau jika pelaku segera mengakui kesalahan.
FA juga menyatakan bahwa pelaku yang terbukti melakukan dua atau lebih pelanggaran berat dapat dikenai hukuman lebih panjang dari standar minimal.
Alasan dan dampak kebijakan
"Meski kemajuan sudah dicapai, tindakan diskriminatif masih menjadi tantangan di sepak bola,"
"Langkah yang diperkuat diperlukan untuk mengatasi perilaku yang sangat tercela ini,"
Menurut FA, kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen untuk menciptakan lingkungan sepak bola yang inklusif dan bebas dari diskriminasi. Dengan menaikkan ambang sanksi, FA berharap memberikan efek jera lebih kuat dan mendorong perubahan perilaku di semua level sepak bola berbasis Inggris.
Perubahan aturan akan mulai diberlakukan pada musim kompetisi 2026/2027, dan klub serta staf diharapkan menyesuaikan kebijakan internal serta program pendidikan antiddiskriminasi untuk memenuhi standar baru tersebut.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Kiandra Ramadhipa Raih Podium di Putaran Akhir Moto3 Junior Misano
Kiandra Ramadhipa finis kedua di Race 2 Moto3 Junior Misano dan menutup musim 2026 di posisi kelima dengan 1...
Persib Rekrut Igor Tolic sebagai Asisten Pelatih
Persib resmi mengganti asisten pelatih Goran Paulic dengan Igor Tolic, rekomendasi Bojan Hodak, diumumkan 2...
Panama Lolos Perempat Final Copa America 2024 usai Tumbangkan Bolivia
Panama melaju ke perempat final Copa America 2024 usai menaklukkan Bolivia 3-1; gol Fajardo, Guerrero, dan Y...
Uruguay Hentikan AS 1-0 dan Melaju ke Perempat Final Copa America
Uruguay menang 1-0 atas AS di Arrowhead dan melaju ke babak delapan besar Copa America lewat gol Mathias Oli...
Goran Paulic Resmi Tinggalkan Persib
Goran Paulic, asisten pelatih asal Kroasia, mengakhiri kerja sama dengan Persib pada 2 Juli 2024 menjelang L...
Kapolresta Bandung Cup: Puluhan Tim U-16 Berlaga di Jalak Harupat
Puluhan tim U-16 bersaing di Kapolresta Bandung Cup (2-5 Juli 2024) di Sor Si Jalak Harupat sebagai wadah pe...