PT Kinston Mulai Eksplorasi Bijih Besi di 8 Gampong Meukek
Meukek, Aceh Selatan — PT Kinston Abadi Energy mulai melakukan kegiatan eksplorasi tambang bijih besi di delapan gampong di Kecamatan Meukek. Aktivitas ini melibatkan alat berat dan pengeboran dalam, dan memicu penolakan dari sebagian masyarakat. Informasi terkait progres lapangan diperoleh Jumat (26/6).
Lokasi dan izin eksplorasi
Area eksplorasi tersebar di delapan gampong dengan total luas sekitar 596 hektare. Gampong yang terlibat antara lain:
- Alue Meutuah
- Lhok Aman
- Ladang Baro
- Labuhan Tarok
- Ie Buboh
- Tanjung Harapan
- Blang Tengoh
- Ie Dingen
Menurut dokumen yang diserahkan perusahaan, izin eksplorasi diterbitkan pemerintah Aceh melalui Keputusan Kepala DPMPTSP Aceh Nomor 540/DPMPTSP/1197/IUP-EKS./2025.
Kegiatan lapangan: alat berat dan pengeboran
Di lapangan, perusahaan disebut menurunkan excavator dan perangkat pengeboran berteknologi tinggi. Sumber lapangan melaporkan pengeboran telah mencapai kedalaman signifikan di beberapa titik.
"Peralatan sudah bekerja di lapangan dan pengeboran sudah berlangsung cukup dalam," kata seorang sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Satu lokasi, Gampong Ie Buboh, dilaporkan sudah dilakukan pengeboran hingga lebih dari 80 meter sebagai bagian dari proses untuk mengidentifikasi kandungan mineral di bawah permukaan.
Ada pula informasi mengenai keterlibatan tenaga teknis asing, termasuk dugaan tenaga kerja asal China. Kepastian tentang hal ini belum dikonfirmasi oleh perusahaan.
Respons pemerintah kecamatan
Camat Meukek, Teuku Ikbal Hidayatullah, membenarkan keberadaan kegiatan eksplorasi di wilayahnya. Ia menyampaikan perusahaan sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan menyerahkan dokumen perizinan.
"Berdasarkan dokumen resmi yang disampaikan kepada kami, kegiatan eksplorasi tersebut telah memiliki izin resmi," ujar Teuku Ikbal.
Namun camat juga menyatakan pemerintah kecamatan tidak menerima laporan rinci terkait tahapan teknis kegiatan, sehingga perkembangan teknis di lapangan tidak sepenuhnya dipantau oleh pemerintah setempat.
Penolakan masyarakat dan dinamika sosial
Di tengah pelaksanaan eksplorasi, muncul penolakan dari sebagian pihak. Informasi menyebutkan beberapa anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) melakukan aksi menolak operasi di lokasi tertentu.
Hingga kini alasan dan tuntutan penolakan tersebut belum jelas. Situasi ini memunculkan pertanyaan tentang sejauh mana perusahaan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terdampak.
Implikasi dan perhatian publik
Kegiatan eksplorasi ini berpotensi menimbulkan perdebatan antara kepentingan investasi, perlindungan lingkungan, dan hak masyarakat setempat. Sampai saat ini PT Kinston Abadi Energy belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai progres eksplorasi, keberadaan tenaga asing, maupun respons terhadap penolakan warga.
Perkembangan proyek ini diperkirakan akan terus menjadi perhatian publik seiring berjalannya tahapan eksplorasi dan komunikasi antarpihak yang masih perlu diperkuat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Sumut: Siswi Keracunan MBG, 120 Rumah Rusak, dan Gempa M6.1
Siswi dirawat dugaan keracunan MBG; 120 rumah rusak di Medan Johor; gempa M6.1 guncang perairan Nias Selatan...
BMA Salurkan Rp32,16 Miliar untuk 6.431 Pelaku Usaha di Aceh
BMA menyalurkan Rp32,155 miliar untuk 6.431 pelaku usaha Aceh hingga Agustus 2026; BMA minta lapor polisi bi...
DPRK Aceh Selatan Tahan Dukungan Usulan WPR Sampai Diverifikasi
DPRK Aceh Selatan menunda dukungan usulan WPR hingga Pemkab lakukan sosialisasi, persetujuan keuchik, dan ve...
Polwan Pematangsiantar Perketat Disiplin Jelang HUT ke-78
Polwan Polres Pematangsiantar gelar Gaktiblin pada 18 Agustus untuk tingkatkan disiplin dan profesionalisme...
Jenazah Anak 8 Tahun Ditemukan di Bawah Jembatan Sigagak
Jenazah Hidayah Sitanggang, anak 8 tahun yang hanyut di Bah Sosopan, ditemukan Rabu (19/8) di bawah jembatan...
UMSU Serahkan Smart Vineyard IoT dan Irigasi Surya di Deliserdang
UMSU serahkan Smart Vineyard berbasis IoT dan irigasi tetes tenaga surya kepada petani anggur di Deliserdang...