PDI Perjuangan Dorong Jatim Perkuat Ekosistem Inovasi Obat Bahan Alam
SURABAYA — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur meminta Pemerintah Provinsi memperkuat ekosistem inovasi agar obat bahan alam hasil riset daerah memiliki peluang masuk ke layanan kesehatan lebih luas, termasuk Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pernyataan ini disampaikan Anggota Fraksi Indriani Yulia Mariska pada Kamis, 10 September 2026.
Dorongan untuk jalur pengembangan yang jelas
Indriani menegaskan pengembangan obat bahan alam tidak boleh berhenti pada penelitian dan pembuktian ilmiah. Menurutnya, hasil riset harus memiliki jalur yang jelas menuju pengembangan produk agar dapat dimanfaatkan masyarakat.
"Dukungan daerah perlu diarahkan pada terbentuknya jalur yang lebih jelas dari hasil penelitian menuju pengembangan produk. Saintifikasi harus menjadi bagian dari proses pembuktian, sedangkan hilirisasi menjadi jembatan menuju pemanfaatan yang lebih luas," ujar Indriani.
Ia juga mengingatkan bahwa standar nasional, perizinan, dan formularium JKN berada di kewenangan pusat. Namun, daerah tetap bisa berperan strategis dengan menyiapkan kesiapan produk bagi proses nasional.
Rantai nilai: penelitian sampai hilirisasi
Fraksi PDI Perjuangan mengusulkan hubungan antarpihak yang kuat antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, industri, tenaga kesehatan, pelaku usaha, dan pemerintah daerah. Kolaborasi ini harus membentuk rantai nilai utuh dari penelitian hingga produk siap pakai.
Dengan pola tersebut, riset tidak sekadar menjadi karya ilmiah, tetapi memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk kesehatan yang memenuhi persyaratan dan menjangkau masyarakat lebih luas.
Insentif dan pemberdayaan UMKM
Indriani menekankan pentingnya penguatan ekosistem bagi pelaku usaha mikro dan kecil yang terlibat dalam pengembangan obat bahan alam. Fraksinya menilai insentif kepada industri besar yang membina UMKM harus berbasis kontribusi terukur.
Pemberian insentif tidak cukup berupa fasilitas semata. Harus ada peningkatan kapasitas dan nilai tambah bagi UMKM yang dibina. Indikator yang diusulkan meliputi:
- Peningkatan kapasitas produksi
- Standardisasi produk
- Pemanfaatan teknologi
- Pengembangan produk dan penguatan rantai pasok
- Perluasan akses pasar
Dampak dan prospek ke depan
Jika ekosistem diperkuat, Jawa Timur tidak hanya akan menjadi penyedia bahan baku atau lokasi penelitian. Provinsi ini berpotensi menghasilkan inovasi obat bahan alam yang siap dikembangkan, memiliki daya saing, dan berpeluang dimanfaatkan dalam sistem pelayanan kesehatan nasional.
Langkah konkret yang disarankan mencakup penyusunan Raperda untuk memperkuat hubungan antarpihak, skema insentif berbasis capaian, serta program pendampingan teknis bagi UMKM agar mampu naik kelas.
Dengan penguatan tersebut, produk hasil riset Jawa Timur berpeluang lebih besar untuk memenuhi standar nasional dan menjangkau masyarakat secara luas.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Novita Hardini Ajak Pemuda Trenggalek Manfaatkan Peluang Industri Gim
Novita Hardini mendorong pemuda Trenggalek mengubah hobi jadi profesi lewat industri gim untuk menciptakan k...
Novita Dorong Pemuda Trenggalek Manfaatkan Industri Gim
Novita Hardini ajak pemuda Trenggalek kembangkan keterampilan industri gim agar hobi jadi karya bernilai eko...
Bupati Sumenep Ajak Teladani Leluhur dalam Ziarah Hari Jadi ke-757
Bupati Sumenep pimpin ziarah di Asta Tinggi pada Hari Jadi ke-757 dan ajak masyarakat meneladani perjuangan...
DPRD Jember Teruskan 18 Tuntutan Mahasiswa, Tak Bisa Hentikan Tapera
DPRD Jember akan meneruskan 18 tuntutan mahasiswa ke pusat, namun tak berwenang menghentikan Tapera dan prog...
Ketua Komisi E Usulkan AI untuk Menghidupkan Wayang ke Generasi Muda
Ketua Komisi E Jatim usulkan AI untuk menghidupkan wayang agar lakon dan nilai budaya lebih mudah dijangkau...
DPRD Tulungagung Sahkan Lima Perda, PDI Perjuangan Beri Catatan
DPRD Tulungagung dan eksekutif mengesahkan lima Perda pada 30 Oktober 2026; PDI Perjuangan memberi catatan a...