Nasional

Ekonomi Kreatif Serap 27,4 Juta Pekerja, Gen Z dan Perempuan Dominan

Bagikan:
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan capaian ekonomi kreatif 2025

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya27,4 juta tenaga kerja sepanjang 2025, melebihi target pemerintah 25,5 juta. Pernyataan itu disampaikan dalam pembaruan PHTC di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026. Capaian ini menunjukkan percepatan pertumbuhan lapangan kerja pada sektor kreatif.

Capaian penyerapan tenaga kerja

Realisasi penyerapan tenaga kerja mencapai 107 persen dari target. Angka tersebut menegaskan peran sektor ekonomi kreatif sebagai penggerak ekonomi nasional. Selain jumlah, komposisi pelaku juga menjadi sorotan.

Tenaga kerja ekraf ditargetkan di 2025 25,5 juta. Capaiannya adalah 107 persen atau 27,4 juta

Data menunjukkan dominasi generasi muda dan perempuan. Mayoritas penggiat ekonomi kreatif berasal dari generasi Z dan milenial, serta lebih banyak perempuan dibanding laki-laki.

Dari data ini yang menarik adalah pegiat ekraf 63% adalah Gen Z dan Milenial, dan 58% perempuan. Artinya sektor ini sangat inklusif begitu

Investasi dan ekspor

Salah satu indikator kinerja Kementerian Ekonomi Kreatif adalah realisasi investasi. Target investasi 2025 ditetapkan sebesar Rp136 triliun. Realisasi investasi mencapai 134 persen dari target.

Riefky menyebut kontribusi investasi internasional terhadap sektor ini makin kuat, dengan 9,5 persen aliran investasi masuk ke ekonomi kreatif pada 2025.

Sektor ini juga menyumbang sekitar 12 persen terhadap total ekspor nonmigas Indonesia. Namun pemerintah menilai angka itu belum menggambarkan potensi penuh sektor kreatif.

Penjelasan kunci adalah metode pencatatan ekspor saat ini masih terbatas pada barang fisik yang dikirim lewat laut dan udara. Oleh karena itu, pemerintah berencana memasukkan perhitungan ekspor jasa digital untuk menggambarkan kontribusi yang lebih menyeluruh.

Yang tercatat saat ini baru produk-produk yang dikirim menggunakan kontainer atau kargo pesawat. Ke depan kami ingin mulai menghitung juga ekspor jasa digital agar kontribusi ekonomi kreatif dapat tergambar lebih utuh

Subsektor dan peran teknologi

Selain tujuh subsektor prioritas, ada dua subsektor baru yang berkembang cepat: teknologi baru dan content digital. Kedua subsektor tersebut berpotensi memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja.

Perkembangan teknologi digital disebut sebagai pendorong utama yang membuka peluang lapangan kerja baru dan mempercepat ekspansi subsektor kreatif.

Catatan dan langkah ke depan

Kementerian menempatkan penyerapan tenaga kerja, realisasi investasi, nilai ekspor, dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sebagai empat indikator utama. Perbaikan pencatatan, khususnya untuk jasa digital, menjadi prioritas agar angka kontribusi lebih akurat.

Dengan dominasi Gen Z, milenial, dan perempuan, sektor ekonomi kreatif dipandang memiliki basis sumber daya manusia yang dinamis. Jika pencatatan ekspor jasa digital segera terintegrasi, kontribusi sektor ini diperkirakan akan terlihat lebih besar lagi.

Indikator Target 2025 Realisasi 2025
Penyerapan tenaga kerja 25,5 juta 27,4 juta (107%)
Investasi Rp136 triliun 134% dari target
Kontribusi ekspor nonmigas - ~12%

Secara keseluruhan, data 2025 menunjukkan momentum positif bagi ekonomi kreatif. Langkah berikutnya difokuskan pada penghitungan ekspor jasa digital dan kebijakan yang mendukung pertumbuhan subsektor baru.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait