Didit Prabowo Silahturahmi dengan Jokowi di Solo
Putra Presiden Prabowo, Ragowo Hediprasetyo atau Didit Prabowo, bertemu Presiden ke-7 Joko Widodo di kediaman pribadi Jokowi di Solo pada Kamis, 18 Juni 2026. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pertemuan itu bersifat silaturahmi dan kebetulan karena Didit hadir dalam kegiatan adat setempat.
Apa dan kapan pertemuan terjadi
Pertemuan berlangsung pada Kamis, 18 Juni 2026, setelah Didit mengikuti kirab 1 Suro di Puro Mangkunegaran, Solo. Kunjungan berlangsung secara tertutup di rumah pribadi Presiden Jokowi. Didit memasuki kediaman membawa beberapa buku dan hanya menyapa awak media secara singkat sebelum masuk.
Keterangan resmi dari Mensesneg
Ketika dikonfirmasi di kediaman Presiden Prabowo pada Jumat, 19 Juni 2026, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pertemuan itu tidak lebih dari silahturahmi. Lokasi konfirmasi adalah Padepokan Garuda Yaksa, Bohong Koneng, Jawa Barat.
"Silaturahmi lah. Kebetulan karena beliau (Didit Prabowo), sedang berada di Solo kan, karena Satu Muharam kemarin ya silaturahmi,"
Prasetyo juga menyatakan tidak ada pesan yang dititipkan oleh Presiden Prabowo kepada Jokowi melalui Didit. Ia menolak memperinci isi pembicaraan karena pertemuan berlangsung tertutup.
"(Ada pesan dari Presiden yang dititipkan ke Didit?), Nggak ada,"
Detail dan suasana pertemuan
Saksi mata melaporkan Didit turun dari kendaraan membawa beberapa buku dan langsung memasuki rumah tanpa lama memberi keterangan. Pertemuan tidak dihadiri media dan berlangsung secara privat, sehingga rincian materi percakapan belum diungkapkan oleh kedua pihak.
Implikasi dan konteks
Pertemuan antar keluarga tokoh politik sering menimbulkan spekulasi publik. Namun pernyataan resmi dari Mensesneg menunjukkan agenda kunjungan bersifat personal dan budaya, terkait kegiatan tradisi di Solo. Sampai kini tidak ada indikasi pesan politik formal yang disampaikan.
Publik dan pengamat kemungkinan akan mengamati perkembangan lebih lanjut jika ada pernyataan resmi tambahan dari kedua pihak. Untuk saat ini, pertemuan dicatat sebagai kunjungan pribadi dan bentuk silaturahmi antara keluarga tokoh nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Penilaian 'Excess Capacity' Harus Berdasarkan Bukti
Mendag Budi Santoso minta penilaian 'excess capacity' dibuat berbasis bukti sektoral, dibahas dalam G20 TMM...
Pakar: Gugatan Syarat Pendidikan Wapres Seharusnya Ditolak MK
Pakar hukum menilai gugatan soal syarat pendidikan Wapres Gibran seharusnya tak dapat diterima MK karena sub...
Olivia Zalianty Harap Lagu Pancasila Perkuat Nilai Kebangsaan
Olivia Zalianty merilis lagu "Pancasila" untuk membantu masyarakat meresapi nilai negara melalui musik yang...
Kekeringan Meteorologis vs Hidrologis: Apa Bedanya?
BMKG jelaskan perbedaan kekeringan meteorologis dan hidrologis; 25 wilayah Jatim minta bantuan air hingga aw...
Kemenperin Siapkan SDM Kelola Pusat Logistik Industri Bambu
Kemenperin menyiapkan SDM lewat AKB 2026 untuk mengelola Pusat Logistik Industri Bambu, memperkuat rantai pa...
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...