Presiden Prancis Kritik Proyek FIFA: Tuntut Kejelasan Transparansi
Presiden Federasi Sepak Bola Prancis, Philippe Diallo, mengecam rencana FIFA yang ingin melibatkan dana investasi swasta dalam beberapa aset komersial Piala Dunia. Pernyataan itu disampaikan setelah federasi mengetahui wacana tersebut melalui pemberitaan media, Kamis, 30 Juli 2026.
Kekhawatiran utama: transparansi dan tata kelola
Diallo menilai wacana penjualan sebagian saham komersial Piala Dunia memunculkan banyak tanda tanya. Menurutnya, federasi nasional belum mendapat penjelasan tentang tujuan, mekanisme, dan struktur pendanaan proyek itu.
"Ini adalah proyek yang mengkhawatirkan dan menimbulkan banyak pertanyaan, kami mengetahuinya melalui media, tanpa mendapatkan informasi apa pun. Kami tidak tahu filosofinya, tidak tahu urgensinya, tidak tahu struktur finansialnya, tidak pula sumber pendanaannya,"
Ia menegaskan bahwa Piala Dunia merupakan aset paling berharga dalam ekosistem sepak bola global dan kebijakan yang memengaruhinya harus dibahas secara terbuka dengan seluruh pemangku kepentingan.
Masalah tata kelola yang pernah dipersoalkan
Diallo mengingatkan bahwa kritik terhadap tata kelola FIFA bukan hal baru. Ia pernah mempertanyakan pembagian pendapatan Piala Dunia yang dinilai belum sepenuhnya adil bagi federasi peserta.
Selain itu, ia merujuk pada sejumlah keputusan kontroversial yang menurutnya memperkuat kebutuhan evaluasi sistem kepemimpinan organisasi. Contoh yang disebut termasuk pembatalan kartu merah pemain dan wacana penambahan jumlah peserta Piala Dunia.
"Semua itu menuntut peninjauan ulang atas tata kelola FIFA, belum mencerminkan besarnya nilai yang diwakili sepak bola. Contoh, seperti berbagai kebijakan finansial yang dianggap kurang transparan,"
Impak pada proses pemilihan Presiden FIFA
Menjelang pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027, Diallo menilai bahwa proses demokrasi internal harus diperkuat. Ia mengakui beberapa konfederasi, terutama di Afrika dan Asia, telah menyatakan dukungan untuk calon petahana.
Namun Diallo menegaskan dukungan tersebut tidak boleh mengesampingkan tuntutan akan transparansi dan akuntabilitas. Ia meminta jawaban yang jelas sebelum pemilihan berlangsung.
"Tidak boleh ada pemilihan baru. Tanpa lebih banyak kejelasan, demokrasi, dan transparansi,"
Respons antar konfederasi
Diallo juga menolak anggapan bahwa kritik hanya datang dari Eropa. Ia menyebut konfederasi di Amerika Utara, Tengah, dan Karibia memiliki pertanyaan serupa tentang proyek baru itu. Ia menambahkan Eropa memiliki legitimasi menyampaikan pandangan karena dominasi timnya pada edisi terakhir turnamen.
Dengan pemilihan pimpinan FIFA yang semakin dekat, tuntutan untuk kejelasan mengenai struktur finansial dan mekanisme proyek menjadi sorotan utama. Federasi nasional menuntut dialog terbuka agar nasib Piala Dunia sebagai aset global tidak diputuskan secara tertutup.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Kiandra Ramadhipa Raih Podium di Putaran Akhir Moto3 Junior Misano
Kiandra Ramadhipa finis kedua di Race 2 Moto3 Junior Misano dan menutup musim 2026 di posisi kelima dengan 1...
Persib Rekrut Igor Tolic sebagai Asisten Pelatih
Persib resmi mengganti asisten pelatih Goran Paulic dengan Igor Tolic, rekomendasi Bojan Hodak, diumumkan 2...
Panama Lolos Perempat Final Copa America 2024 usai Tumbangkan Bolivia
Panama melaju ke perempat final Copa America 2024 usai menaklukkan Bolivia 3-1; gol Fajardo, Guerrero, dan Y...
Uruguay Hentikan AS 1-0 dan Melaju ke Perempat Final Copa America
Uruguay menang 1-0 atas AS di Arrowhead dan melaju ke babak delapan besar Copa America lewat gol Mathias Oli...
Goran Paulic Resmi Tinggalkan Persib
Goran Paulic, asisten pelatih asal Kroasia, mengakhiri kerja sama dengan Persib pada 2 Juli 2024 menjelang L...
Kapolresta Bandung Cup: Puluhan Tim U-16 Berlaga di Jalak Harupat
Puluhan tim U-16 bersaing di Kapolresta Bandung Cup (2-5 Juli 2024) di Sor Si Jalak Harupat sebagai wadah pe...