Dharmais Kembangkan Transplantasi Sumsum Tulang untuk Pasien Kanker Darah
Rumah Sakit Kanker Dharmais memperluas layanan transplantasi sumsum tulang untuk pasien kanker darah. Pengumuman dibuat pada peringatan Bulan Kanker Darah Sedunia dan Hari Donor Sumsum Tulang Internasional, Rabu, 30 September 2026 di Jakarta Barat. Direktur Utama dr. Eniarti menyatakan hingga 2026 rumah sakit telah melakukan 16 transplantasi sel punca sebagai bagian dari penguatan layanan.
Perkembangan layanan dan standar saat ini
RS Kanker Dharmais saat ini telah menstandarisasi layanan transplantasi alogenik full match untuk pasien yang membutuhkan donor dengan kecocokan penuh. Layanan ini dilaksanakan secara bertahap untuk memastikan kualitas dan keamanan bagi pasien.
Menurut dr. Eniarti, pengembangan dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan, meliputi protokol klinis, peningkatan kompetensi staf, serta kesiapan fasilitas penunjang.
Rencana perluasan: transplantasi haploidentical
Untuk memperluas akses donor, Dharmais berencana mengembangkan layanan transplantasi haploidentical. Metode ini memungkinkan donor dengan kecocokan sekitar 50 persen menjadi alternatif bagi pasien yang belum menemukan donor penuh.
"Ke depan, layanan transplantasi sumsum tulang haploidentical memungkinkan orang dengan kecocokan 50 persen menjadi calon donor potensial. Layanan ini diharapkan memperluas kesempatan pasien kanker darah mendapatkan donor transplantasi yang sesuai,"
Kebutuhan persiapan dan kolaborasi
Transplantasi sumsum tulang, atau hematopoietic stem cell transplantation, merupakan pilihan terapi untuk beberapa jenis kanker darah. Prosedur ini memerlukan persiapan intensif dan penanganan multidisiplin agar aman dan efektif.
Eniarti menekankan pentingnya edukasi pasien dan keluarga, serta kolaborasi tim medis. Rumah sakit juga fokus pada penguatan kompetensi, inovasi, penelitian, dan kemitraan berkelanjutan.
"Edukasi bagi pasien dan keluarga serta kolaborasi tim multidisiplin menjadi bagian penting dalam pelayanan transplantasi ini. Komitmen tersebut membutuhkan penguatan kompetensi, inovasi, penelitian, dan kemitraan yang berkelanjutan,"
Dampak dan prospek layanan
Dengan penambahan opsi haploidentical, harapannya adalah makin banyak pasien yang mendapat donor sesuai. Upaya ini juga berpotensi menurunkan waktu tunggu dan meningkatkan kelayakan pasien untuk menerima terapi kuratif.
RS Kanker Dharmais menyatakan komitmen untuk terus mengembangkan layanan yang bermutu, aman, dan berorientasi pada keselamatan serta kualitas hidup pasien.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Apa yang Terjadi pada Tubuh setelah Terpapar Rabies?
Virus rabies masuk melalui gigitan dan menyerang sistem saraf; gejala muncul minggu-bulan kemudian. Pencegah...
Peringatan Hari Rabies Sedunia: Bahaya dan Cara Cegah
Peringatan Hari Rabies Sedunia (28 Sept) menekankan kolaborasi untuk cegah rabies melalui vaksinasi hewan, e...
AI Bantu Kenali Kondisi Kulit di Wardah Derma Longevity Lab
Wardah tampilkan AI analisis kulit di Pondok Indah Mall (24–27 Sept 2026) untuk bantu identifikasi kondisi,...
IDAI: Bahaya Asap Karhutla bagi Pernafasan Anak
IDAI peringatkan PM2.5 dari asap karhutla meningkatkan risiko gangguan pernapasan anak; orangtua diminta pan...
El Nino Ekstrem Tingkatkan Risiko Kematian, Ahli Ingatkan Dehidrasi
Akademisi memperingatkan El Nino ekstrem dapat meningkatkan kematian lewat dehidrasi lansia, banjir, dan lon...
Cuaca Ekstrem Picu Batuk dan Pilek pada Anak di Bekasi
Dinkes Bekasi melaporkan kenaikan kasus batuk, pilek, dan demam pada anak saat cuaca ekstrem. Kasus masih be...