Partai Demokrat Liberal Minta UEFA Tinggalkan FIFA
Partai Demokrat Liberal Inggris menyerukan agar UEFA dan Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) keluar dari FIFA menyusul serangkaian kontroversi saat penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Permintaan itu disampaikan Ketua partai, Sir Ed Davey, yang menilai FIFA kehilangan kepercayaan publik dan perlu dibubarkan untuk dibangun ulang.
Desakan dan kritik utama
Ed Davey menegaskan bahwa asosiasi sepak bola negara harus bersatu membentuk badan baru yang lebih transparan dan pro-suporter. Ia menyerukan agar FA memimpin penarikan terkoordinasi bersama badan-badan Eropa lainnya dari FIFA.
"Satu-satunya jalan ke depan adalah Asosiasi Sepak Bola Inggris memimpin, berdampingan dengan badan-badan Eropa lainnya, sebuah penarikan diri terkoordinasi dari FIFA,"
"Infantino telah melanggar garis merah berulang kali dan membiarkan keserakahan korporasi mengeksploitasi para penggemar, sehingga menghancurkan integritas sepak bola,"
Kontroversi yang memicu desakan
Beberapa keputusan FIFA selama perhelatan Piala Dunia 2026 menjadi pemicu utama desakan ini. Isu-isu tersebut antara lain:
- Pembatalan larangan bermain terhadap penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, yang disebut-sebut melibatkan intervensi pihak luar.
- Penerapan sistem dynamic pricing untuk tiket, yang memicu lonjakan harga dan beban bagi suporter.
- Pengenalan jeda minum dalam pertandingan yang dinilai membuka peluang pendapatan komersial besar, diperkirakan mencapai ratusan juta dolar.
- Penanganan kasus wasit asal Somalia, Omar Artan, yang gagal memasuki Amerika Serikat.
UEFA menilai langkah pembatalan sanksi terhadap pemain tersebut sebagai "belum pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat dipahami, dan tidak dapat dibenarkan."
Dampak jika FA benar-benar keluar
Apabila FA menarik diri dari FIFA, Inggris secara otomatis tak dapat mengikuti kompetisi resmi di bawah payung FIFA, termasuk Piala Dunia. Saat ini FIFA memiliki 211 asosiasi anggota, termasuk FA.
Respons FIFA dan prospek ke depan
Pimpinan FIFA membela kebijakan harga tiket, mengatakan tarif tersebut masih sejalan dengan standar penyelenggaraan ajang olahraga besar di Amerika Serikat. Hingga saat ini, belum ada respons gabungan dari UEFA, FA, dan FIFA yang menanggapi ajakan penarikan diri tersebut.
Desakan dari Partai Demokrat Liberal menempatkan tekanan politik pada badan-badan sepak bola Eropa. Jika gerakan ini mendapat dukungan luas, langkah itu bisa memicu perombakan struktural pada tata kelola sepak bola internasional dan mempertanyakan keseimbangan antara kepentingan komersial dan integritas olahraga.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Phil Foden Perpanjang Kontrak Empat Tahun di City
Phil Foden menandatangani kontrak empat tahun dengan Manchester City hingga 2030, berkomitmen memenangkan le...
Guillermo Ochoa Pensiun di Usia 41 Usai Piala Dunia 2026
Guillermo Ochoa mengumumkan pensiun pada 22 Juli 2026 setelah tampil di Piala Dunia keenamnya pada usia 41 t...
Al Hilal Incar Ousmane Dembele, Sudah Ada Kontak Awal
Al Hilal dikabarkan membuka kontak awal untuk merekrut Ousmane Dembele dari PSG, meski kontraknya berlangsun...
Timnas Putri Pertahankan Gelar Piala AFF 2026, Erick Apresiasi
Timnas Putri Indonesia juara Piala AFF Putri 2026 usai kalahkan Laos 5-0; Erick Thohir sebut ini bukti kemaj...
Gavi Minta FIFA Tak Hukum Pemain Argentina Usai Final
Gavi meminta FIFA tak memberi sanksi tambahan pada pemain Argentina setelah kericuhan pasca final Piala Duni...
Indonesia Juara Piala AFF Putri 2026, Menang 5-0 atas Laos
Timnas Putri Indonesia menang 5-0 atas Laos di final Piala AFF Putri 2026 di Kuala Lumpur dan mempertahankan...