Bayer dan Petani Panen DEKALB DK79C, Potensi Naik 10–15%
Bayer Indonesia bersama lebih dari 7.000 petani menggelar panen raya DEKALB DK79C Kuat pada 23 September–1 Oktober 2026 di empat wilayah: Lampung Tengah, Pesawaran, Wonogiri, dan Tuban. Panen raya yang bertepatan dengan Hari Tani Nasional ini menunjukkan potensi hasil 10–15 persen lebih tinggi dibanding rata-rata setempat, sebagai respons terhadap tantangan perubahan iklim dan variabilitas cuaca.
Hasil panen dan lokasi
Kegiatan panen melibatkan ribuan petani di empat kabupaten yang mewakili beragam kondisi lahan budidaya. Panitia melaporkan potensi peningkatan hasil sebesar 10 hingga 15 persen dibandingkan produktivitas rata-rata daerah setempat. Lokasi dipilih karena tantangan budidaya yang berbeda, sehingga hasilnya dianggap representatif untuk berbagai kondisi pertanian jagung di Indonesia.
Keunggulan varietas DEKALB DK79C Kuat
DEKALB DK79C Kuat dikembangkan untuk membantu petani menghadapi risiko budidaya. Varietas ini memiliki rendemen pipilan hingga 82 persen, batang lebih kokoh yang tahan rebah dan busuk batang, serta masa panen sekitar 100 hari. Bayer juga menyediakan pendampingan teknis dan praktik agronomi untuk memaksimalkan potensi varietas tersebut.
Tanggapan narasumber
"Hari Tani Nasional merupakan momentum untuk mengapresiasi peran penting petani dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia. Inovasi pertanian dan praktik budidaya tepat berpotensi membantu petani menghadapi tantangan iklim sekaligus meningkatkan hasil panen," ujar Andi Ilyas, Direktur PT Bayer Indonesia.
"Pada akhirnya, membantu petani mengoptimalkan produktivitas akan turut berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia," kata Jawad Nasir, Corn Seeds & Trait Lead Crop Science Indonesia. Ia menekankan perlunya inovasi disertai praktik budidaya yang sesuai kondisi lahan.
Tantangan iklim dan implikasi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memproyeksikan fenomena El Niño kuat yang dapat memperpanjang musim kemarau sejumlah wilayah hingga akhir Oktober 2026. Kondisi ini diperkirakan akan memengaruhi produktivitas komoditas strategis, termasuk jagung. Oleh karena itu, varietas dan praktik budidaya yang tahan risiko menjadi penting.
Peran dalam ketahanan pangan nasional
Jagung berperan ganda sebagai sumber pangan dan bahan baku pakan ternak. Pemerintah menargetkan produksi jagung pipilan kering sekitar 18 juta ton pada 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan. Peningkatan produktivitas petani melalui inovasi varietas, teknologi, dan pendampingan dianggap krusial untuk mencapai target tersebut.
Panen raya DEKALB DK79C Kuat menegaskan bahwa kombinasi inovasi sains, teknologi, dan praktik agronomi yang tepat dapat membantu petani mengatasi ketidakpastian iklim dan meningkatkan hasil panen. Ke depan, upaya kolaboratif antara perusahaan, pemerintah, dan petani diharapkan terus diperkuat untuk menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas pasokan pakan ternak.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Mengenal Saham GOOGL: Bisnis Alphabet, Pendapatan, dan Prospeknya
Saham GOOGL mewakili Class A Alphabet yang diperdagangkan di Nasdaq; Google Services dan Google Cloud jadi p...
BAZNAS Raih Penghargaan IRBA 2026 lewat Program PLTMH
BAZNAS meraih IRBA 2026 atas program berdampak, termasuk PLTMH yang membuka akses listrik dan mendorong ekon...
Bonggol Jagung Kini Jadi Komoditas Ekspor ke Jepang
Bonggol jagung yang dulu limbah kini diekspor ke Jepang sebagai media tanam jamur, membuka peluang bisnis be...
IHSG Sesi I Turun 0,97% ke 6.181 pada 28 Sep 2026
IHSG turun 0,97% ke 6.181,43 pada sesi I 28 Sep 2026; investor cermati PHK yang meningkat dan imbal hasil US...
Prakiraan IHSG: Minim Katalis, Rawan Terkoreksi
IHSG diperkirakan rawan terkoreksi setelah penutupan turun 0,90%; investor menunggu data PMI, neraca perdaga...
KAI Modernisasi Puluhan Kereta Makan, Tingkatkan Layanan Konsumsi
KAI memodernisasi puluhan kereta makan lewat modifikasi dan pengadaan 612 kereta baru, sambil mempertahankan...