Bung Kus: Blueprint Sepak Bola Harus Konsisten untuk Prestasi Jangka Panjang
Mohamad Kusnaeni atau Bung Kus menegaskan blueprint (peta jalan) sepak bola nasional harus dijalankan secara konsisten agar menghasilkan prestasi jangka panjang. Pernyataan itu disampaikan saat dialog di PRO 3 RRI, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026. Ia menyoroti ancaman berhentinya program saat terjadi pergantian kepemimpinan.
Blueprint tak boleh diulang dari awal setiap pergantian
Bung Kus mengatakan prestasi tidak muncul lewat pembinaan singkat. Menurutnya, dibutuhkan peta jalan yang jelas, ketekunan dalam proses, dan konsistensi pelaksanaan selama bertahun-tahun. Ia menilai Indonesia sejatinya sudah beberapa kali menyusun blueprint, namun pelaksanaannya kerap melenceng dari konsep awal.
"Salah satu yang paling sulit bagi kita itu, percaya proses, tekun menjalani proses. Itu salah satu yang paling sulit sebagai bangsa dalam konteks olahraga, terutama sepak bola,"
Peran PSSI dan pemangku kepentingan
Bung Kus menegaskan bahwa PSSI memegang peran sentral sebagai penggerak ekosistem sepak bola nasional. Ia menyebut pemerintah, swasta, BUMN, masyarakat sipil, dan pihak lain sebagai bagian dari sistem pendukung.
"Karena pada dasarnya, semua bergantung kepada sejauh mana PSSI mampu menjalankan perannya sebagai penggerak ekosistem itu. Yang lain itu support system,"
Dengan kata lain, efektivitas program pembinaan sangat bergantung pada kapasitas PSSI menjalankan kebijakan yang berkelanjutan dan terkoordinasi.
Pembinaan sebagai investasi jangka panjang
Bung Kus menekankan bahwa pembinaan pemain dan program pengembangan merupakan bentuk investasi yang hasilnya baru terlihat di masa depan. Karena sifatnya investasi, tidak banyak pihak yang berminat terlibat jika manfaatnya tidak langsung tampak.
"Karena pembinaan itu investasi jangka panjang, nah kembalinya nanti Berupa prestasi di masa depan. Itu yang menyebabkan saya bilang tidak banyak yang tertarik untuk terlibat di pembinaan, karena dia lebih banyak merupakan investasi,"
Dorongan dari perhatian Presiden dan rekomendasi praktis
Ia menilai perhatian Presiden Prabowo terhadap sepak bola menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem pembinaan. Bung Kus mendorong PSSI memanfaatkan dukungan tersebut untuk membangun sistem yang berjalan konsisten dan berkelanjutan.
Selain itu, ia mengajak agar proses penyusunan blueprint baru melibatkan masukan luas dari seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, dokumen itu harus realistis dan bisa dijalankan, bukan sekadar wacana.
"Bikin yang realistik yang bisa diimplementasikan, yang bisa dieksekusi. Nah itu yang paling penting kan bikin blueprint itu bisa dieksekusi,"
Jika PSSI mampu mempertahankan konsistensi dan menjadikan blueprint sebagai pedoman hidup jangka panjang, Bung Kus percaya hasilnya akan terlihat melalui peningkatan prestasi tim nasional di masa mendatang.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Bayern Menang 2-1 atas Jeju, Kompany Puas Tanpa Cedera
Bayern menang 2-1 atas Jeju pada Audi Summer Tour 2026; Kompany puas karena tidak ada cedera dan tim melaju...
Edin Dzeko Perpanjang Kontrak Semusim di Schalke
Edin Dzeko memperpanjang kontrak semusim dengan Schalke setelah membantu tim promosi; klub mengandalkan peng...
PPATK: Jaringan Judi Online Manfaatkan Piala Dunia 2026
PPATK mencatat deposit judi online terkait Piala Dunia 2026 mencapai Rp1,02 triliun dan menghentikan sementa...
CdM Tinjau Pelatnas Cipayung, Pastikan Persiapan Bulutangkis Asian Games
CdM Todotua Pasaribu meninjau Pelatnas Cipayung pada 4 Agustus 2026 untuk memastikan kesiapan tim bulutangki...
Persib Amankan Tiket Final Piala Presiden 2026 Usai Singkirkan Persija
Persib lolos final Piala Presiden 2026 setelah unggul 2-1 atas Persija di semifinal, 4 Agustus 2026, di Gian...
Alonso Pastikan Mudryk dan Welbeck Tampil di Hong Kong
Xabi Alonso memastikan Mudryk dan Danny Welbeck masuk skuad Chelsea untuk lawan Juventus di Hong Kong, 5 Agu...