Blok M Ramai saat Libur: Antrean di Spot Kuliner Viral
Jakarta. Blok M kembali ramai selama libur Idul Adha, dipicu antrean panjang di sejumlah spot kuliner viral dan destinasi gaya hidup yang menarik pengunjung muda dan keluarga.
Kebangkitan Blok M sebagai pusat kuliner
Dulu menjadi pusat gaya hidup pada 1980-1990an, Blok M sempat kehilangan pamor saat muncul pusat perbelanjaan baru. Namun dalam beberapa tahun terakhir area ini mengalami kebangkitan.
Pemulihan popularitas didorong oleh kios makanan yang viral, kafe trendi, dan toko barang bekas. Akses MRT yang lebih baik dan sorotan media sosial juga membantu menarik kembali pengunjung muda.
Antrean di pusat kuliner
Keramaian terlihat di sejumlah titik pada Kamis lalu, terutama di sekitar penjual makanan terpopuler. Meski padat, pengunjung masih bergerak relatif nyaman karena arus orang masuk-keluar yang terus berlangsung.
Salah satu lokasi tersibuk adalah Little Salt Bread, yang menarik antrean panjang untuk roti gaya Korea yang sempat viral. Selain itu, toko kue Artirasa juga menjadi tujuan favorit pengunjung selama liburan.
Respon pengunjung
Beberapa pengunjung rela menunggu lama untuk mencoba makanan yang viral. Hary, 71 tahun, menyempatkan diri menempuh 1.200 kilometer dari Riau untuk antre membeli roti.
"Sebagai pecinta roti, setiap bepergian saya biasanya mengikuti tempat yang ramai. Informasinya dari anak saya."
Ardella, 35, dari Tangerang Selatan, mengatakan dia rutin berkunjung bukan hanya untuk kuliner, tetapi juga untuk berjalan-jalan dan mencari toko pakaian bergaya Korea.
"Blok M tidak hanya soal kuliner. Ada banyak toko pakaian di sini, terutama gaya Korea yang menjual baju, kacamata, dan aksesori."
Tika, 36, dari Cibubur, bahkan bersepeda sekitar satu jam bersama suami untuk membeli cheesecake yang populer di kawasan itu.
"Beberapa saudara saya bilang tempat ini salah satu ikon Blok M, jadi saya ingin membuktikannya."
Pengunjung muda juga mendominasi suasana. Razla, 21, menyebut Blok M sebagai tujuan favorit untuk bersantai, berburu makanan, dan mengambil foto.
"Ini sudah beberapa kali saya membeli kue ini. Dari pengalaman, ini salah satu kue terbaik yang pernah saya coba di Jakarta maupun di luar kota."
Dampak dan prospek ke depan
Kebangkitan Blok M menunjukkan bagaimana food trend dan pengalaman gaya hidup dapat mengembalikan daya tarik sebuah kawasan. Tren ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi mikro di lingkungan sekitar.
Ke depan, keberlanjutan keramaian akan bergantung pada kemampuan pelaku usaha lokal mempertahankan kualitas, serta manajemen akses transportasi dan fasilitas publik untuk menampung lonjakan pengunjung.
Berita Terkait
Makna Tradisi Grebeg Besar di Keraton Surakarta saat Iduladha
Grebeg Besar di Keraton Surakarta sambut Iduladha dengan dua gunungan, simbol syukur dan persatuan; tahun in...
Tradisi Meugang Aceh: Menyambut Iduladha dengan Makan Besar
Meugang adalah tradisi Aceh menyembelih dan memasak daging sebelum Iduladha untuk berkumpul, bersyukur, dan...
WNI di Tokyo Promosikan Budaya Minangkabau lewat Festival
IKM Jepang gelar festival "Rang Minang Baralek Gadang" di Tokyo untuk memperkenalkan budaya Minangkabau kepa...
Pemerintah Perketat Pengawasan Akomodasi Ilegal dan Sewa Vila
Kementerian Pariwisata memperketat pengawasan akomodasi ilegal dan penyewaan vila lewat API verifikasi dan k...
Pemerintah Subsidi Pajak Tiket Pesawat Domestik Saat Liburan 2026
Pemerintah subsidi PPN tiket pesawat ekonomis saat liburan sekolah dan Natal-Tahun Baru 2026 untuk dorong ko...
Tradisi Iduladha Unik di Indonesia: Makna dan Ragam Daerah
Perayaan Iduladha di Indonesia dipenuhi tradisi lokal, dari Meugang Aceh hingga Grebeg Gunungan Yogyakarta y...