Birmingham City Tundukkan Barcelona 3-2 via Adu Penalti, Tutup Pramusim Tanpa Kalah
Birmingham City mengalahkan Barcelona lewat adu penalti 3-2 pada laga persahabatan yang berlangsung Sabtu, 1 Agustus 2026, di Stadion St. Andrew's, Birmingham. Kemenangan ini menutup pramusim Birmingham tanpa satu pun kekalahan dan menjadi pertemuan pertama kedua klub sejak 1960.
Jalannya pertandingan
Stadion dipenuhi pendukung tuan rumah, termasuk kehadiran mantan bintang klub, Jude Bellingham. Dengan banyak pemain inti absen setelah Piala Dunia, pelatih Barcelona, Hansi Flick, menurunkan skuad yang didominasi pemain muda.
Barcelona sempat mendapatkan peluang pertama pada menit ke-30 ketika Andres Christensen melepaskan tembakan dari jarak sekitar 25 yard, namun bola melenceng. Sebaliknya, satu menit kemudian, tuan rumah memecah kebuntuan.
August Priske menyambut umpan silang Alex Cochrane dengan sundulan yang mengalahkan Wojciech Szczesny pada menit ke-31. Lima menit menjelang jeda, Barcelona mendapat hadiah penalti setelah Christoph Klarer menjatuhkan Hamza Abdelkarim di kotak terlarang. Hamza kemudian mengeksekusi penalti dengan sukses pada menit ke-42.
Babak kedua berlangsung ketat. Hakim Abdelkarim membawa Barcelona unggul pada menit ke-60, namun Jhon Solís menyamakan skor untuk Birmingham pada menit ke-68, sehingga laga berakhir 2-2 dan dilanjutkan ke adu penalti.
Drama adu penalti
Pada babak tos-tosan, kedua tim menjalani urutan eksekusi yang menegangkan. Berikut rangkaian penalti yang menentukan hasil:
- Scott Wright (Birmingham) — gol
- Álvaro Cortes (Barcelona) — gol
- Luis Vázquez (Birmingham) — gagal
- Bardghji Roony (Barcelona) — gagal
- Ethan Laird (Birmingham) — gol
- Jordi Pesquer (Barcelona) — ditepis kiper James Beadle
- Jack Robinson (Birmingham) — gagal mengalahkan kiper Áron Yaakobishvili
- Fernandez Guille (Barcelona) — gol
- Patricks Robert (Birmingham) — gol
- Brian Fariñas (Barcelona) — penalti diselamatkan James Beadle
James Beadle tampil sebagai pahlawan tuan rumah dengan beberapa penyelamatan penting, termasuk menepis penalti Fariñas yang memastikan kemenangan 3-2 untuk Birmingham.
Makna hasil dan prospek ke depan
Kemenangan ini menjadi momen spesial bagi Birmingham, mengingat perjumpaan lawan besar seperti Barcelona terakhir terjadi pada 1960. Lebih dari sekadar hasil, laga memberi nilai penting bagi pengembangan pemain muda kedua klub.
Bagi Barcelona dan pelatihnya, pertandingan ini menyediakan kesempatan untuk menguji opsi alternatif menjelang musim kompetisi. Sementara bagi Birmingham, pengalaman menghadapi lawan top dan menyelesaikan pramusim tanpa kekalahan memberikan suntikan kepercayaan diri.
Hasil akhir: Birmingham City 2 (3) – 2 (2) Barcelona — kemenangan Birmingham lewat adu penalti.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Leica Al Humaira Lubis Sumbang Perunggu ke-4 untuk Indonesia
Leica Al Humaira Lubis raih perunggu kumite +68kg di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 usai kalahkan wakil Kirgi...
Srikandi Bulutangkis Putri Singgah ke Rumah Indonesia Usai Menang
Tim Putri Badminton Indonesia singgah ke Rumah Indonesia untuk makan dan melepas rindu setelah menang 3-0 at...
Indonesia Naik ke Peringkat 8 di Klasemen Asian Games 2026
Indonesia naik ke peringkat delapan klasemen Asian Games 2026 setelah meraih 1 perak dan 3 perunggu hingga 2...
Seraf Naro Siregar Sabet Perunggu, Medali Pertama Indonesia di Asian Games
Seraf Naro Siregar merebut medali perunggu nomor Men’s Changquan dan menjadi peraih medali pertama Indonesia...
Soft Tennis Beregu Putra Raih Medali Perunggu di Asian Games 2026
Tim soft tennis beregu putra Indonesia meraih medali perunggu setelah kalah 0-2 dari Jepang di semifinal Asi...
Moyes Enggan Bicarakan Eropa Meski Everton Tak Terkalahkan
Moyes meminta Everton tak bicara soal Eropa meski tak terkalahkan; ia khawatir pengalaman musim lalu dan efe...