BMKG: Awan Cumulonimbus Berpotensi Ganggu Penerbangan 21 Sept 2026
BMKG memperingatkan potensi pertumbuhan awan cumulonimbus yang dapat mengganggu penerbangan pada Senin, 21 September 2026. Cuaca di banyak wilayah Indonesia diprakirakan berawan sampai hujan ringan, sementara beberapa daerah berpotensi mengalami udara kabur dan penurunan jarak pandang.
Prakiraan cuaca regional
Prakirawan BMKG, Dendi, menyatakan bagian barat Indonesia secara umum akan berawan hingga hujan ringan. Hujan diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Sumatra bagian utara hingga tengah, Kalimantan bagian utara, dan beberapa daerah di Pulau Jawa.
Untuk wilayah Indonesia bagian barat, secara umum diprediksi berawan hingga hujan ringan. Wilayah Jawa bagian barat juga masih berpotensi diguyur hujan ringan, khususnya Serang dan Bandung
Di kawasan timur, pola cuaca serupa diperkirakan muncul di Sulawesi bagian barat, Ambon di Maluku, serta Papua bagian utara hingga tengah.
Potensi udara kabur dan dampaknya
BMKG juga mendeteksi potensi udara kabur yang dapat mengurangi jarak pandang. Daerah yang berisiko mengalami kabur meliputi:
- Sumatra bagian tengah hingga selatan
- Mataram, Nusa Tenggara Barat
- Sorong dan Manokwari, Papua Barat
Sementara di Banjarmasin, warga diminta mewaspadai kemungkinan munculnya asap atau kabut yang dapat menurunkan kualitas udara dan mengganggu kenyamanan pernapasan.
Awan cumulonimbus dan ancaman bagi penerbangan
BMKG memberi perhatian khusus kepada pengguna transportasi udara karena terdapat potensi pertumbuhan awan cumulonimbus di beberapa lokasi. Jenis awan ini bisa menimbulkan gangguan cuaca signifikan yang berisiko terhadap keselamatan penerbangan, terutama saat lepas landas, mendarat, atau melintasi area pertumbuhan awan.
Awan jenis ini, dapat menimbulkan kondisi cuaca yang berpengaruh terhadap aktivitas penerbangan, sehingga perlu diantisipasi oleh pengguna jasa penerbangan
Potensi pertumbuhan cumulonimbus terpantau di wilayah:
- Timur Aceh dan Sumatra Utara
- Bagian barat Sumatra Selatan
- Wilayah barat Kepulauan Mentawai
- Bagian utara Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara
- Papua Pegunungan dan wilayah lain di Papua
Saran bagi penumpang dan operator
BMKG menyarankan penumpang pesawat untuk terus memantau informasi cuaca terkini sebelum berangkat. Informasi dari pihak bandara dan maskapai juga disarankan menjadi rujukan guna mengetahui kondisi penerbangan terbaru.
Penumpang pesawat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca sebelum melakukan perjalanan. Informasi terbaru dari pihak bandara dan maskapai juga disarankan menjadi rujukan bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi penerbangan terkini
Dengan kondisi cuaca yang bervariasi ini, masyarakat dan operator transportasi diimbau meningkatkan kewaspadaan serta menyiapkan rencana antisipasi untuk meminimalkan gangguan dan potensi risiko keselamatan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Komisi VII Dorong Keterhubungan Petani dan Industri Pengolahan
Komisi VII DPR mendorong konektivitas petani dan industri pengolahan agar kelapa sawit dan kopi terserap opt...
Nusron Mundur dari Kepengurusan Golkar, Ini Penjelasan Resmi
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid mundur dari kepengurusan DPP Golkar lebih dari enam bulan lalu; partai menyebut...
Gempa Susulan NTT Capai 17.073 Kali, BMKG: Belum Mereda
BMKG: aktivitas gempa susulan di NTT mencapai 17.073 kali pasca-M7,7 Flores; gempa M5,1 tercatat 21 Sept 202...
KemenPPPA Ajak PERKHIN Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak
KemenPPPA mengajak PERKHIN memperkuat perlindungan perempuan dan anak lewat Ruang Bersama Indonesia, fokus h...
KAMI Nyatakan Dukungan untuk Program Prabowo dan Asta Cita
KAMI mendeklarasikan dukungan penuh pada program strategis pemerintahan Prabowo dan agenda Asta Cita untuk p...
Gempa M5,1 Guncang Lamba Leda, NTT — Tak Berpotensi Tsunami
Gempa M5,1 mengguncang Lamba Leda, Manggarai Timur, NTT pagi ini. BMKG catat kedalaman 10 km; tidak berpoten...