Arsenal Kalah dari PSG Lewat Adu Penalti di Final Liga Champions
Arsenal harus menerima kekalahan dari Les Parisiens, Paris Saint-Germain (PSG), pada final Liga Champions 2025-2026 yang berlangsung Sabtu, 30 Mei 2026, di Puskas Arena, Budapest. Pertandingan berakhir imbang dan ditentukan lewat adu penalti, di mana PSG menang 4-3. Kekalahan lewat tos-tosan itu menimbulkan kekecewaan mendalam bagi skuad The Gunners.
Kronologi pertandingan
Arsenal membuka keunggulan cepat setelah Kai Havertz mencetak gol dari sudut sempit pada menit ke-6. Mereka mempertahankan tekanan hingga babak kedua.
Pada menit ke-65, wasit menunjuk titik putih setelah Cristhian Mosquera menjatuhkan Khvicha Kvaratskehlia di dalam kotak penalti. Ousmane Dembélé lalu menunaikan tugas penalti dengan sukses, mengecoh kiper David Raya dan menyamakan skor.
Hingga waktu normal dan perpanjangan, kedua tim gagal memecah kebuntuan sehingga laga dilanjutkan ke babak adu penalti yang dimenangkan PSG.
Reaksi kapten Martin Odegaard
Kapten Arsenal, Martin Odegaard, mengakui rasa sakit atas cara kekalahan itu. Ia menilai timnya sudah tampil kompetitif, tetapi detail kecil menentukan hasil akhir.
"Ini adalah cara kekalahan yang sangat sulit diterima dalam sebuah pertandingan,"
Odegaard menambahkan bahwa meski PSG menguasai bola, mereka tidak banyak menciptakan peluang bersih. Namun ia menyadari bahwa margin dalam pertandingan besar sangat tipis.
"Margin yang sangat tipis dan detail kecil bisa menentukan laga sekrusial ini,"
Meski kecewa, Odegaard memuji pencapaian tim sepanjang musim, termasuk keberhasilan menjuarai Premier League untuk pertama kali dalam 22 tahun.
"Apa yang kami lakukan musim ini sangat luar biasa. Ini adalah hasil dari proses yang kami bangun dari waktu ke waktu,"
Komentar pelatih Mikel Arteta
Pelatih Mikel Arteta juga menyatakan kebanggaan terhadap perjuangan tim, meski tidak bisa menghapus rasa sakit akibat kekalahan di final.
"Ini musim yang luar biasa dan sangat berat,"
Arteta menekankan bahwa hanya orang-orang di internal klub yang tahu seberapa besar rintangan yang sudah dilalui. Ia mengakui harapan berbeda tidak tercapai, tetapi tetap mengapresiasi para pemain.
"Sayangnya, hasil yang diharapkan itu tidak terjadi hari ini,"
Dampak dan prospek ke depan
Kekalahan ini menutup musim yang penuh capaian bagi Arsenal, namun memberi pelajaran penting soal konsistensi di laga besar. Manajemen dan pemain diperkirakan akan mengevaluasi aspek eksekusi di momen kunci, termasuk kesiapan adu penalti.
Odegaard berharap kekecewaan ini menjadi motivasi untuk bangkit dan tampil lebih baik musim depan. Sementara Arteta menilai kebersamaan tim musim ini adalah pencapaian berharga yang harus dijaga untuk masa mendatang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Rodri Absen Panjang, Enzo Maresca Pusing Atur Kekuatan City
Rodri harus menjalani operasi punggung dan dipastikan absen panjang, memaksa Enzo Maresca merombak kekuatan...
Putri KW Hadapi Miyazaki di Perempat Final China Open 2026
Putri Kusuma Wardani akan melawan Tomoka Miyazaki di perempat final China Open 2026, Jumat 24 Juli 2026, dem...
Otamendi Pensiun dari Timnas Argentina usai Piala Dunia 2026
Nicolas Otamendi resmi pensiun dari timnas Argentina pada 23 Juli 2026 setelah tampil di final Piala Dunia,...
Frenkie de Jong: Cedera Lutut Tidak Perlu Operasi
Frenkie de Jong pastikan cedera lutut pasca-Piala Dunia 2026 tidak perlu operasi dan kini fokus pada rehabil...
Raymond/Joaquin Tersingkir di 16 Besar China Open 2026
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin kalah 13-21, 17-21 dari Chen/Liu di 16 Besar China Open 2026, Kamis 23 Juli d...
Luka Modric Perpanjang Kontrak Satu Musim di AC Milan
Luka Modric memperpanjang kontrak satu musim dengan AC Milan, berkomitmen membantu kebangkitan klub pada mus...