Ancelotti Simpan Neymar, Brasil Menang Dramatis 2-1 atas Jepang
Carlo Ancelotti memilih tidak menurunkan Neymar saat Brasil mengalahkan Jepang 2-1 dalam laga Grup Piala Dunia 2026 yang memastikan tiket mereka ke babak 16 besar. Keputusan itu diambil setelah perubahan situasi permainan—terutama gol penyama kedudukan Casemiro—yang membuat pelatih memutuskan mempertahankan struktur tim hingga gol dramatis Gabriel Martinelli pada masa injury time.
Mengapa Neymar tetap di bangku cadangan
Neymar beberapa kali terlihat melakukan pemanasan sepanjang babak kedua, sehingga publik yakin dia akan masuk menggantikan pemain penyerang. Namun Ancelotti menilai kondisi pertandingan berubah setelah Brasil menyamakan skor, sehingga rencana pergantian dibatalkan.
Saya sudah berbicara dengan Neymar, rencananya dia masuk pada menit ke-60 atau 65. Tetapi setelah kami menyamakan skor, saya tidak ingin mengubah struktur tim karena permainan sudah berada di bawah kendali kami.
Keputusan tersebut menunjukkan bahwa pelatih lebih memilih kestabilan taktik saat permainan berada di bawah kontrol tim, meski beberapa pendukung berharap hadirnya Neymar menambah daya gedor.
Martinelli jadi pahlawan dalam momen krusial
Gol kemenangan Brasil dicetak Gabriel Martinelli pada menit ke-90+6, memastikan skor 2-1 dan tiket ke babak 16 besar. Sebelumnya Casemiro mencetak gol penyama kedudukan yang mengubah dinamika laga dan berdampak pada keputusan Ancelotti untuk menunda pergantian pemain.
Hasil ini memperlihatkan bahwa skuad Brasil memiliki opsi-opsi lain yang mampu menjadi pembeda ketika dibutuhkan.
Kedalaman skuad dan prospek fase gugur
Ancelotti menilai kedalaman skuad menjadi faktor kunci kemenangan. Dia menekankan banyaknya pilihan berkualitas di bangku cadangan serta di lapangan yang membuat tim tetap kompetitif meski tidak memainkan semua bintang sekaligus.
Brasil kini menunggu pemenang laga antara Norwegia dan Pantai Gading sebagai lawan di babak 16 besar. Kondisi Neymar tetap akan dipantau menjelang pertandingan selanjutnya karena kehadirannya masih dianggap sebagai salah satu senjata utama Selecao untuk fase gugur Piala Dunia 2026.
Keputusan Ancelotti untuk mempertahankan struktur tim pada momen krusial akhirnya terbukti efektif dan memperlihatkan fleksibilitas taktis tim menuju fase knock-out.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Daryz Juara Prix de l'Arc de Triomphe 2026 untuk Kedua Kali
Daryz dan joki Mickael Barzalona mempertahankan gelar Prix de l'Arc 2026 di ParisLongchamp pada 4 Oktober, j...
Chanathip Puji Perkembangan Timnas Indonesia Jelang Final
Kapten Thailand Chanathip memuji perkembangan Timnas Indonesia menjelang final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK,...
Indonesia vs Thailand: Final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK
Indonesia vs Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026, Senin 5 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di SUGBK — laga pen...
Barcelona Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Raphinha, Espart, Bernal
Barcelona memulai perpanjangan kontrak jangka panjang untuk Raphinha, Xavi Espart, dan Marc Bernal sebagai b...
Cosmo JNE Jakarta Bungkam Nanzaby FC Kepri 3-2 di PFL 2026
Cosmo JNE Jakarta menang 3-2 atas Nanzaby FC Kepri di GOR POPKI Cibubur, Sabtu 3 Oktober 2026, setelah gol c...
Djokovic Taklukkan Zverev, Catat 32 Kemenangan Beruntun di Beijing
Novak Djokovic menundukkan Alexander Zverev 4-6, 6-4, 6-4 di Beijing, mencatat rekor 32 kemenangan beruntun...