Otomotif

Pakar ITB: Ekosistem Kuat Bikin VinFast Berpeluang Menang di Jalan

Bagikan:
Pakar ITB Yannes Martinus Pasaribu membahas strategi VinFast dan ekosistem motor listrik di Indonesia

JAKARTA — Pakar otomotif Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, menilai VinFast memiliki peluang besar memenangkan pasar motor listrik Indonesia karena pasar mulai terdidik dan ekosistem penunjang sudah berkembang.

Kondisi Pasar dan Peluang

Yannes menyorot bahwa penetrasi motor listrik masih di bawah satu persen, namun itu bukan indikasi kegagalan pasar melainkan titik awal persaingan. Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat penjualan nasional 2025 mencapai 6.412.769 unit, dengan proyeksi pasar 2026 di kisaran 6,4–6,7 juta unit.

Konsumen Butuh Bukti Ekonomi

Menurut Yannes, kekhawatiran soal kesiapan masyarakat terhadap motor listrik kerap keliru. Masalah utama adalah minimnya bukti manfaat ekonomi nyata dibanding motor bensin.

"Bagi saya, angka penetrasi di bawah satu persen bukan vonis kegagalan pasar. Itu justru garis start." — Yannes Martinus Pasaribu

Ia menjelaskan bahwa bukti paling cepat terlihat pada pengguna berintensitas tinggi, seperti pengemudi ride-hailing dan armada logistik, karena penghematan operasional langsung terasa dan mudah dihitung.

Pasar Mulai Terdidik oleh Para Pelopor

Yannes menilai pelaku awal di industri telah menanggung biaya edukasi pasar. Contohnya, laporan menunjukkan Polytron telah menarik hampir 50 ribu pengguna dan banyak konsumen memilih skema sewa baterai.

Kesadaran itu membuat konsumen kini fokus mencari ekosistem penukaran dan layanan paling praktis, bukan sekadar mempertanyakan konsep sewa baterai.

Contoh Operasional: Electrum dan Grab

Electrum, perusahaan patungan GoTo dan TBS Energi Utama, disebut berhasil mengoperasikan model armada berbasis battery swapping. Perusahaan ini memiliki lebih dari 350 stasiun penukaran, sekitar 10 ribu pengguna, 300 juta kilometer perjalanan, dan lebih dari 16 juta penukaran baterai.

Sementara Grab menawarkan GrabElectric dengan skema sewa harian yang sudah inklusif biaya energi, perawatan, dan asuransi di beberapa wilayah utama.

Persaingan Bergeser dari Harga ke Ekosistem

Yannes menekankan bahwa kompetisi saat ini bukan hanya soal harga motor. Pengguna butuh kepastian biaya energi yang tetap dan mudah diprediksi, serta layanan purna jual, suku cadang, dan standar baterai yang andal.

"Yang dibutuhkan pengguna sebenarnya bukan sekadar tarif murah, tetapi biaya energi yang tetap dan mudah diprediksi setiap bulan." — Yannes Martinus Pasaribu

Tiga Pilar Strategi VinFast

Dalam analisisnya, Yannes menyorot tiga pilar VinFast: integrasi langganan baterai dan battery swapping, pengalaman operasional armada, dan pembiayaan yang memindahkan risiko baterai ke produsen.

  • Model langganan menurunkan harga awal; contoh: VinFast Evo dipatok sekitar Rp18,98 juta dengan langganan baterai.
  • Jaminan panjang (hingga enam tahun/72.000 km) meningkatkan kepercayaan pembeli.
  • Data operasional armada bisa jadi dasar layanan, SLA, dan pembiayaan berbasis kinerja.

Simulasi Penghematan

Yannes menyajikan simulasi: dengan asumsi 150 km/hari dan 26 hari kerja per bulan, biaya operasional skuter bensin diperkirakan Rp1 juta–Rp1,02 juta per bulan. Versi listrik berbasis penukaran baterai diperkirakan butuh Rp650 ribu–Rp700 ribu per bulan, atau potensi penghematan 30–35 persen.

Regulasi dan Kemitraan Menentukan Laju

Perpres Nomor 79 Tahun 2023 menetapkan TKDN minimal 40 persen untuk kendaraan listrik roda dua hingga 2026, meningkat menjadi 60 persen pada 2027–2029, dan 80 persen sejak 2030. Yannes menilai 2026–2029 adalah fase krusial untuk lokalisasi komponen dan memperkuat jaringan purna jual.

Kemenangan Ditentukan di Jalan

Yannes menutup analisanya dengan pengingat bahwa kemenangan pasar tidak semata ditentukan oleh unit terjual di showroom, melainkan oleh bukti manfaat di lapangan: penghematan biaya, keandalan, dan kenyamanan setiap hari.

"Pada akhirnya, kemenangan tidak akan diputuskan di showroom. Kemenangan akan ditentukan di jalan raya..." — Yannes Martinus Pasaribu

Jika VinFast dan mitra konsisten membangun ekosistem lengkap, setiap armada dapat menjadi etalase berjalan yang lebih efektif daripada promosi konvensional.

Fikri Hidayat
Penulis
Fikri Hidayat

Reporter otomotif yang membahas kendaraan terbaru, teknologi otomotif, dan industri transportasi.

Berita Terkait