Olahraga

Doa Orang Tua Jadi Penyemangat, Ubed Raih Emas Beregu Asian Games 2026

Bagikan:

Moh Zaki Ubaidillah mengaku doa orang tua menjadi penyemangat sebelum bertanding pada laga penentuan beregu putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Pada Kamis, 24 September 2026 di Ichinomiya City Sports Gymnasium, Jepang, Ubed membantu Indonesia membalikkan kedudukan dan menang 3-2 atas Tiongkok, sehingga mengakhiri puasa gelar emas beregu putra selama 28 tahun.

Telepon sebelum masuk lapangan

Sebelum memasuki lapangan pada partai penentuan, atlet asal Sampang, Jawa Timur, itu sempat menghubungi kedua orang tuanya. Ubed meminta doa agar diberi kemudahan dan mampu tampil maksimal.

"Terima kasih buat kedua orang tua saya dan keluarga saya, dan masyarakat Indonesia juga yang sudah dukung saya sampai saat ini. Tadi sempat telepon juga sebelum main,"

Langkah sederhana itu menurut Ubed membantu meredakan ketegangan dan memberi motivasi tambahan saat menghadapi lawan kuat.

Gugup di gim awal, pelatih beri arahan

Ubed mengakui sempat gugup pada gim pertama sehingga permainannya belum maksimal. Ia menyebut peran pelatih penting untuk mengembalikan fokus dan ritme permainan.

"Pertama agak sedikit keteteran karena agak sedikit nervous. Saya coba berusaha lebih tenang lagi dan pelatih juga terus meyakinkan saya untuk bisa mengambil poin satu per satu,"

Pendekatan bertahap—mencari poin demi poin—membuat Ubed mampu memperbaiki performa dan menekan lawan hingga membawa kemenangan bagi timnya.

Soliditas tim sebagai modal

Selain dukungan keluarga dan arahan pelatih, komunikasi antar pemain dan semangat tim disebut Ubed sebagai kunci menghadapi tekanan pertandingan beregu. Ia menjelaskan bahwa seluruh tim saling meyakinkan untuk berjuang sampai akhir.

"Dari awal sudah diskusi juga sama tim, terus meyakinkan bahwa kita tuh masih bisa berjuang sampai akhir. Alhamdulillah hasilnya bisa diberi kemenangan dan dikasih podium satu,"

Ubed menambahkan bahwa dukungan tak henti dari rekan setim membuat perasaan campur aduk berubah menjadi kebahagiaan saat pertandingan usai.

Makna kemenangan

Kemenangan 3-2 atas Tiongkok bukan hanya soal satu laga. Hasil itu mengakhiri penantian 28 tahun Indonesia untuk kembali merebut emas beregu putra Asian Games. Bagi Ubed, momen ini menegaskan peran doa keluarga, ketenangan mental, dan soliditas tim dalam meraih prestasi beregu.

Ke depan, kemenangan ini memberi momentum bagi skuad bulu tangkis Indonesia untuk mempertahankan performa di turnamen-turnamen berikutnya.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait