Trio Wasit Perempuan Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
Tiga wasit perempuan mencetak sejarah pada Piala Dunia 2026 saat memimpin satu pertandingan putra untuk pertama kali. Pada 18 Juni, Tori Penso memimpin laga penyisihan grup Republik Ceko kontra Afrika Selatan, dibantu Brooke Mayo dan Kathryn Nesbitt — semuanya berasal dari Amerika Serikat.
Siapa yang bertugas dan latar belakang
Ketiga wasit itu telah memiliki rekam jejak internasional panjang. Mereka kerap memimpin pertandingan di kompetisi bergengsi dan pernah bekerja sama dalam beberapa turnamen besar, termasuk final Piala Dunia Wanita 2023.
- Tori Penso — wasit utama
- Brooke Mayo — asisten wasit
- Kathryn Nesbitt — asisten wasit
Reaksi dan makna peristiwa
Peristiwa ini mendapat perhatian luas karena menjadi kali pertama sebuah pertandingan putra di Piala Dunia dipimpin sepenuhnya oleh tim wasit perempuan. Banyak pihak menilai momen itu sebagai langkah penting menuju kesetaraan kesempatan dalam dunia olahraga.
"Sudah menjadi misi saya menunjukkan bahwa perempuan mampu meraih kesempatan dan prestasi pada berbagai bidang. Melalui pencapaian ini, dunia dapat melihat kemungkinan besar yang terbuka bagi perempuan pada berbagai profesi,"
Demikian kata Kari Seitz, Wakil Presiden Senior Bidang Perwasitan US Soccer, dalam keterangan pers pada 20 Juni 2026.
Pernyataan dari wasit
Tori Penso menyatakan kebanggaannya mendapat kepercayaan memimpin pertandingan di ajang sepak bola terbesar dunia. Ia menekankan bahwa kemampuan fisik, mental, dan teknis perempuan memenuhi tuntutan pertandingan level tertinggi.
"Perempuan memiliki kemampuan fisik, mental, dan teknis yang diperlukan untuk memimpin pertandingan tingkat tinggi. Kami bangga dengan pencapaian saat ini, namun masih banyak langkah pengembangan yang perlu dilakukan,"
Kathryn Nesbitt menambahkan bahwa kehadiran perempuan pada panggung besar memberi inspirasi bagi generasi berikutnya. Representasi nyata, menurutnya, membuat impian terasa lebih mungkin dicapai.
"Melihat perempuan hadir pada panggung besar membuat impian terasa lebih nyata bagi banyak orang. Representasi tersebut dapat memberikan inspirasi bagi perempuan untuk mengejar cita-cita pada berbagai bidang kehidupan,"
Dampak ke depan
Langkah ini dipandang membuka peluang bagi peningkatan keterlibatan perempuan dalam perwasitan sepak bola. Selain memberikan contoh konkret, penugasan seperti ini berpotensi mendorong federasi dan program pengembangan wasit untuk lebih aktif merekrut dan melatih wasit perempuan.
Sekalipun menjadi pencapaian penting, narasumber menekankan bahwa proses pengembangan dan peningkatan kesempatan masih perlu dilanjutkan. Implementasi program pelatihan dan kesempatan memimpin pertandingan tingkat tinggi menjadi kunci agar momen ini tidak sekadar simbolis.
Berita Terkait
Brasil Bungkam Haiti 3-0 di Piala Dunia 2026
Brasil menang 3-0 atas Haiti di Grup C Piala Dunia 2026 di Philadelphia. Matheus Cunha (2) dan Vinicius Juni...
Pelita Jaya Bangkit, Menang 90-87 atas Bogor Hornbills
Pelita Jaya menang dramatis 90-87 atas Bogor Hornbills di Game 1 Final IBL 2026 setelah laga berlanjut ke ov...
Muhammad Yusuf Melaju ke Semifinal Macau Open 2026
Muhammad Yusuf ke semifinal Macau Open 2026 usai kalahkan Ng Ka Long Angus 22-24, 21-16, 21-15 dalam laga 78...
Maroko 1-0 Skotlandia: Saibari Bawa Kemenangan
Maroko menundukkan Skotlandia 1-0 berkat gol cepat Ismael Saibari di Gillette Stadium, 20 Juni 2026.
Türkiye Waspadai Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Türkiye bertemu Paraguay di San Francisco, 20 Juni 2026; kemenangan krusial untuk menjaga peluang lolos dari...
AS Tampil Perkasa, Lolos Mulus dari Fase Grup
Amerika Serikat menang 2-0 atas Australia dan memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026, menjaga p...