Nasional

DPR Minta TKA 2026 Lebih Baik, Hasil 2025 Jadi Alarm Mutu

Bagikan:
Ilustrasi pendaftaran dan evaluasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026

Komisi X DPR meminta Kemendikdasmen mematangkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 setelah hasil TKA 2025 menunjukkan capaian rendah. Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi X, Kurniasih Mufidayati, dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026. Permintaan ini mencakup perbaikan teknis serta peningkatan kualitas hasil asesmen agar TKA tahun ini lebih optimal.

Evaluasi TKA 2025 sebagai alarm mutu pendidikan

Kurniasih menegaskan seluruh catatan pelaksanaan TKA 2025 harus menjadi bahan evaluasi. Menurutnya, masalah bukan sekadar teknis administrasi, melainkan juga kualitas hasil asesmen yang menjadi indikator mutu pembelajaran. Ia mendesak agar evaluasi dilakukan secara sistematis dan berbasis bukti.

"Pelaksanaan TKA 2026 harus lebih baik dari tahun sebelumnya, semua catatan selama pelaksanaan TKA 2025. Baik dari sisi teknis maupun kualitas hasilnya, perlu menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan tahun ini semakin optimal,"

Perbaikan berbasis data dan riset

Kurniasih menekankan pendekatan evidence based untuk memperbaiki TKA. Evaluasi menurutnya harus berdasar data dan penelitian, bukan asumsi. Dengan cara ini, permasalahan riil di lapangan dapat teridentifikasi dan solusi yang dirumuskan lebih tepat sasaran.

"Semua penyempurnaan TKA harus didasarkan pada data dan hasil riset, dengan pendekatan evidence based. Kita dapat mengetahui persoalan yang sebenarnya terjadi di lapangan dan merumuskan solusi yang tepat sasaran, bukan berdasarkan asumsi,"

Rendahnya capaian matematika jadi sorotan

Salah satu catatan penting adalah capaian mata pelajaran Matematika pada TKA 2025. Berdasarkan data Kemendikdasmen, rata-rata nilai Matematika siswa SMA hanya sekitar 36 dari skala 100. Angka ini dianggap sebagai momentum refleksi bagi pemangku kepentingan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran dasar.

"Rendahnya capaian tersebut harus dibaca sebagai bahan refleksi bersama. Fokusnya bukan mencari siapa yang salah, tetapi bagaimana meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga kompetensi dasar peserta didik benar-benar meningkat,"

Perubahan jadwal pendaftaran TKA 2026

Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen mengumumkan penyesuaian jadwal pendaftaran TKA dan Asesmen Nasional 2026 untuk jenjang SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK. Masa pendaftaran dimajukan menjadi 27 Juli sampai 27 September 2026, lebih cepat sekitar tiga minggu dari rencana semula.

Kepala BKPDM, Toni Toharudin, menjelaskan penyesuaian ini memberi waktu lebih luas bagi satuan pendidikan melakukan pemutakhiran data peserta setelah sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) kembali dibuka pada 15 Juli 2026.

“Kami ingin memastikan bahwa data yang digunakan dalam pelaksanaan TKA dan Asesmen Nasional benar-benar yang terbaru. Sehingga tidak ada murid yang sebenarnya berhak justru tidak masuk sistem akibat datanya belum diperbarui,”

Umpan balik untuk perbaikan di sekolah

Kurniasih juga meminta Kemendikdasmen memastikan setiap sekolah menerima umpan balik jelas dari hasil TKA. Dengan demikian, satuan pendidikan dapat mengetahui kompetensi mana yang perlu diperkuat dan merancang intervensi pembelajaran yang tepat.

Ke depan, pemangku kepentingan diharapkan menggunakan hasil TKA bukan sekadar sebagai pemeriksaan tahunan, tetapi sebagai basis kebijakan peningkatan mutu pendidikan di tingkat nasional dan daerah. Implementasi rekomendasi berbasis data akan menentukan apakah TKA 2026 mampu memperbaiki hasil pembelajaran.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait