Lokal

Sakhiya Aufa, Qariah Langsa Raih Juara 2 MTQ MIISRA Malaysia

Bagikan:
Sakhiya Aufa qariah cilik peraih Juara 2 MTQ MIISRA Malaysia 2026

LANGSA — Sakhiya Aufa, qariah cilik berusia 11 tahun asal Kota Langsa, Aceh, meraih Juara 2 pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran Majlis Ihtifal Ilmi Sekolah Rendah Agama (MIISRA) Malaysia 2026. Prestasi ini diraih pada kategori Tilawah Anak-Anak Putri untuk usia di bawah 12 tahun, yang digelar pada 3-8 Oktober 2026 di Kompleks Darul Quran JAKIM, Kuala Kubu Bharu, Selangor, Malaysia.

Prestasi di arena internasional

Sakhiya tampil berkompetisi melawan puluhan peserta dari seluruh Semenanjung Malaysia dan beberapa negara ASEAN seperti Brunei Darussalam dan Singapura. Penampilan itu mengantarkannya ke posisi kedua di kategori yang diikuti.

Keberhasilan ini menempatkan Sakhiya sebagai salah satu wakil Indonesia yang berprestasi pada gelaran MTQ tingkat sekolah agama internasional tersebut.

Profil peserta dan penunjukan resmi

Sakhiya adalah santri kelas 1 MTs Dayah Nurul Hikam Al-Waliyah, Gampong Sukarejo, Kecamatan Langsa Timur. Ia ditunjuk mewakili Indonesia setelah menerima tugas resmi dari Subdit MTQ Kementerian Agama Republik Indonesia.

Informasi ini juga mengingatkan pada prestasi sebelumnya, ketika Sakhiya Ulfa meraih Juara Harapan pada MTQ Nasional 2024 di Samarinda, Kalimantan Timur.

Dukungan keluarga dan pembimbing

Pendamping Sakhiya, Tgk. Nasruddin, M.Pd — yang sekaligus ayah dan guru Al-Qurannya — menyatakan rasa syukur saat dikonfirmasi via WhatsApp pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Alhamdulillah, ini semua berkat doa dan bimbingan para guru semuanya. Semoga prestasi yang diraih Sakhiya Aufa dapat menambah semangat ananda dalam belajar Al-Quran dengan tekun dan istiqamah.

Tgk. Nasruddin juga merupakan Imam Tetap Masjid Agung Darul Falah Langsa dan pembimbing program Tilawah Al-Quran di Masjid Agung. Ia aktif dalam program unggulan Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dan IPQAH Kota Langsa.

Makna dan harapan ke depan

Keberhasilan Sakhiya di Malaysia diharapkan menjadi kebanggaan keluarga, Kota Langsa, provinsi Aceh, dan Indonesia. Prestasi ini juga dimaknai sebagai motivasi bagi generasi muda untuk mencintai Al-Quran sejak usia dini.

Ke depan, dukungan berkelanjutan dari keluarga, lembaga pendidikan, dan pemerintah daerah dinilai penting agar qariah cilik seperti Sakhiya dapat terus berkembang di kompetisi regional maupun internasional.

Catatan: Semua fakta disajikan berdasarkan konfirmasi pendamping dan informasi lomba yang berlangsung pada awal Oktober 2026.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait