Lokal

Lapas Lhoksukon Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk WBP

Bagikan:
Petugas medis memeriksa warga binaan di Lapas Kelas IIB Lhoksukon

LHOKSUKON – Lapas Kelas IIB Lhoksukon bersama Puskesmas setempat menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) serta masyarakat dan keluarga pengunjung pada Selasa (6/10) di area ruang kunjungan. Kegiatan bertujuan memenuhi hak dasar layanan medis dan meningkatkan derajat kesehatan warga binaan.

Layanan medis yang disediakan

Sejak pagi, tim Lapas dan tenaga medis Puskesmas Lhoksukon melayani pemeriksaan. Rangkaian layanan meliputi pengukuran tekanan darah (tensi), pemeriksaan kadar gula darah, cek kolesterol, tes asam urat, serta konsultasi medis umum untuk keluhan harian.

Selain pemeriksaan, tim juga membagikan obat-obatan dan vitamin sesuai kebutuhan hasil diagnosis. Petugas memberi edukasi gaya hidup sehat sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit.

Respons warga binaan dan pengunjung

Program ini mendapat sambutan positif dari WBP dan keluarga yang sedang berkunjung. Banyak keluarga memanfaatkan momen kunjungan untuk memeriksakan kondisi fisik mereka di sela bertemu kerabat.

Keberadaan layanan di lokasi kunjungan memudahkan akses dan mengurangi kebutuhan rujukan ke fasilitas lain. Dampaknya, kegiatan dapat membantu menjaga kebugaran WBP selama masa pidana.

Komitmen dan harapan pengelola

Kalapas Lhoksukon, Muhidfuddin, menegaskan kegiatan ini bagian dari komitmen untuk memprioritaskan hak kesehatan warga binaan. Ia berharap program dapat menjadi kegiatan rutin yang menjaga lingkungan lapas tetap sehat dan humanis.

"Pemeriksaan gratis ini adalah komitmen kami dalam memenuhi hak kesehatan warga binaan dan wujud kepedulian bagi keluarga yang berkunjung. Terima kasih kepada Puskesmas Lhoksukon atas sinerginya, semoga kegiatan ini dapat rutin terlaksana demi menjaga lingkungan lapas tetap sehat," ujar Muhidfuddin.

Implikasi dan tindak lanjut

Langkah kolaboratif antara Lapas dan Puskesmas diharapkan lebih dari sekadar pemeriksaan satu kali. Dengan adanya edukasi dan pengobatan awal, potensi gangguan kesehatan dapat diminimalkan, sehingga suasana lapas menjadi lebih humanis dan kondusif.

Ke depan, pengulangan program secara berkala dan pencatatan hasil pemeriksaan dapat membantu pengelola menjalankan intervensi kesehatan yang lebih terencana bagi warga binaan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait