Nasional

Polri Lakukan Rotasi Besar: PJU Mabes hingga 190 Kapolres

Bagikan:
Petugas Polri dalam acara serah terima jabatan dan rotasi pejabat

Polri melakukan rotasi dan promosi jabatan pada 25–26 Juni 2026, melibatkan Pejabat Utama (PJU) Mabes, Kapolda, Wakapolda, hingga jajaran Kapolres di berbagai daerah. Kebijakan ini diumumkan melalui surat telegram Kapolri dan bertujuan memperkuat organisasi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Alasan dan cakupan mutasi

Mutasi ini bagian dari penyegaran organisasi dan pembinaan karier personel. Rotasi berlaku di tingkat pusat dan kewilayahan. Selain promosi, ada pula penataan struktur untuk menyesuaikan perkembangan wilayah dan kebutuhan pelayanan kepolisian.

"Mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri sebagai bentuk penyegaran sekaligus pembinaan karier personel. Melalui rotasi ini diharapkan para pejabat segera beradaptasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,"

Promosi di Mabes dan penugasan baru Kapolda

Pada tingkat Mabes, ada promosi untuk memperkuat fungsi penelitian dan pengembangan. Di wilayah, Kapolri menunjuk perwira tinggi untuk memimpin beberapa daerah strategis.

  • Brigjen Pol. Didi Hayamansyah, S.H., S.I.K., M.H. — dipromosikan sebagai Kapuslitbang Polri.
  • Brigjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. — ditunjuk sebagai Kapolda Aceh.
  • Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru, S.I.K., M.Han. — ditunjuk sebagai Kapolda Papua Barat Daya.

Perubahan posisi Wakapolda

Rotasi juga menyentuh jabatan Wakapolda di beberapa provinsi. Penempatan ini melengkapi susunan pimpinan kepolisian di tingkat kewilayahan.

  • Kombes Pol. Iwan Saktiadi, S.I.K., M.H., M.Si. — Wakapolda Banten.
  • Brigjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.Si. — Wakapolda Maluku.
  • Kombes Pol. Fernando Sanches Napitupulu, S.I.K. — Wakapolda Papua Barat Daya.

Penataan kewilayahan dan promosi besar-besaran

Mutasi kali ini mencakup penataan struktur kewilayahan dan kenaikan status beberapa satuan. Rincian penting meliputi:

  • Promosi 190 jabatan Kapolres, Kapolresta, Kapolrestabes, dan Kapolresta Metro.
  • Pembentukan satu Polresta di Ibu Kota Nusantara dan empat Polres Tipe D baru.
  • Delapan Polres Tipe D ditingkatkan statusnya menjadi Polresta.
  • Promosi 45 personel Polwan, termasuk 17 yang dipercaya mengemban jabatan Kapolres IIIA2.

"Penguatan organisasi tidak hanya dilakukan melalui rotasi jabatan, tetapi juga penataan struktur kewilayahan dan pengembangan sumber daya manusia. Kami ingin memastikan setiap jabatan diisi personel terbaik agar Polri semakin Presisi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,"

Dampak dan langkah lanjutan

Polri menyatakan mutasi ini dilakukan berdasarkan kompetensi, profesionalisme, dan kebutuhan organisasi. Penempatan pejabat baru akan segera diuji dalam adaptasi tugas dan dinamika wilayah masing-masing.

Ke depan, organisasi akan terus memantau kinerja pejabat yang baru dilantik dan menyesuaikan struktur apabila diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kepada publik.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait