Raisa Kenang Ibunda di Konser 'Love and Let Go'
Raisa menggelar konser solo hari kedua bertajuk Love and Let Go di JICC pada Minggu, 7 Juni 2026. Pertunjukan ini menjadi momen emosional karena merupakan panggung pertama Raisa tampil tanpa kehadiran ibunda. Dari atas panggung, ia menyampaikan kerinduan, proses berduka, dan memperkenalkan lagu baru sebagai bentuk penghormatan.
Konser dan suasana haru
Suasana di JICC berubah haru ketika Raisa berbicara tentang kehilangan. Penonton menyimak saat ia mengungkap kesedihan yang mendalam. Dalam sekejap, nuansa panggung yang megah berubah menjadi ruang untuk berkabung dan mengenang.
"Ketidakhadiran Ibu malam hari ini tuh bener-bener terasa nyaring banget buat aku,"
Ia juga menyisipkan ungkapan dalam bahasa Inggris untuk menegaskan perasaannya.
"Her absence feels so loud for me, kerasa banget manggung tanpa doanya Ibu tuh,"
Dukungan keluarga dan proses berduka
Meski sangat sedih, Raisa mendapat dukungan dari keluarga, terutama ayahnya yang hadir memberi kekuatan. Ia menyatakan bahwa doa dan keberadaan sang ayah menjadi penopang utama sehingga konser tetap berjalan hingga selesai.
Raisa mengakui sempat melewati fase penolakan dan menghindari kesedihan. Namun pada akhirnya ia memilih menghadapi rasa duka tersebut secara sadar.
"Sampai akhirnya aku bener-bener bisa memandang duka di depan mataku. Aku bisa menghadapi duka itu,"
Proses itu membuatnya merenungkan banyak hal, termasuk penyesalan pribadi karena waktu yang tidak dimaksimalkan bersama ibunda.
- Tidak meluangkan waktu untuk ngobrol santai
- Tidak menanyakan kisah masa muda sang ibu
- Tidak meminta resep masakan andalan sebelum meninggal
Dari duka ke karya: lagu penghormatan
Semua emosi yang muncul kemudian dituangkan Raisa ke dalam lagu baru sebagai penghormatan bagi ibundanya. Lagu itu diberi judul Kuharap Duka Ini Selamanya.
"Walaupun judulnya serem banget ya, tapi ternyata enggak juga, kok, aku mempersilakan duka ini ada,"
Lagu itu menjadi cara Raisa menerima dan menyalurkan duka. Ia berharap karya ini bisa menjadi saksi perjalanan berduka dan penghiburan bagi pendengar yang mengalami kehilangan serupa.
Konser hari kedua ini menegaskan bahwa bagi Raisa, panggung bukan hanya tempat untuk bernyanyi, melainkan juga ruang untuk berbagi rasa, mengenang, dan berproses menuju penerimaan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bernadya Gelar Showcase 'Semoga Hanya di Mimpi' di Senayan
Bernadya menggelar showcase album 'Semoga Hanya di Mimpi' di Tennis Indoor Senayan, 26 Juli 2026; manajemen...
Mengenal Session Player, Musisi Studio di Balik Lagu Hits
Session player adalah musisi studio profesional yang direkrut untuk proyek rekaman atau pertunjukan, mengisi...
Showcase Album Bernadya Bawa Penonton ke Dunia Mimpi
Bernadya sukses menggelar showcase album pada 26 Juli 2026, menampilkan lagu baru, duet Rendy Pandugo, dan k...
3 Band Metal Legendaris yang Tetap Digemari Lintas Generasi
Metallica, Avenged Sevenfold, dan Bring Me The Horizon tetap digemari lintas generasi berkat karya relevan,...
Senin Harga Naik Tayang di Netflix, Drama Keluarga dan Ambisi
Film 'Senin Harga Naik' kini streaming di Netflix; drama keluarga soal ambisi, pembuktian diri, dan pengorba...
Film Anak-Anak Bambu Angkat Makna Keluarga dan Harapan
Film Anak-Anak Bambu tayang 23 Juli 2026, mengisahkan Netta dan anak panti yang mempertahankan Rumah Bambu s...