Lokal

PWI Toba dan Samosir Dikukuhkan, Humbahas Masih Terkendala

Bagikan:
Pengukuhan PWI Toba dan PWI Samosir di Hotel Grand Tamaro Parapat

PARAPAT, 27/6 — Ketua PWI Sumatera Utara H. Farianda Putra Sinik resmi mengukuhkan kepengurusan PWI Toba dan PWI Samosir di Hotel Grand Tamaro, Parapat, Sabtu (27/6). Pemekaran ini dimaksudkan untuk memperkuat organisasi kewartawanan di kawasan Bona Pasogit dan meningkatkan profesionalisme wartawan. Sementara itu, pembentukan PWI Kabupaten Humbang Hasundutan masih tertunda karena adanya kendala administratif.

Tujuan pemekaran dan kehadiran

Pengukuhan menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan organisasi hingga tingkat kabupaten. Acara dihadiri sejumlah pengurus PWI Sumut, termasuk Ketua PWI Siantar Surati dan Ketua OKK PWI Sumut Rifki Warisan, serta pengurus dan anggota dari beberapa daerah di Sumatera Utara.

Jumlah anggota dan alasan pemekaran

Ketua PWI Bona Pasogit, Alfonso Situmorang, melaporkan bahwa kedua kepengurusan baru telah memenuhi persyaratan jumlah anggota untuk berdiri sendiri. Menurut Alfonso, PWI Samosir memiliki sembilan anggota, sementara PWI Toba berjumlah tujuh anggota.

"Untuk PWI Samosir saat ini memiliki sembilan anggota, sedangkan PWI Toba berjumlah tujuh anggota. Dengan jumlah tersebut, keduanya sudah layak dimekarkan menjadi kepengurusan yang berdiri sendiri," ujar Alfonso.

Alfonso menjelaskan pemekaran bertujuan agar setiap pengurus bisa lebih fokus menjalankan program organisasi serta meningkatkan kualitas sumber daya wartawan di wilayahnya.

Humbang Hasundutan masih menunggu

Mengenai pembentukan PWI di Humbang Hasundutan, kepengurusan menegaskan proses itu ditunda hingga kendala yang ada diselesaikan.

"Untuk Humbang Hasundutan akan kita tunggu karena masih ada sedikit kendala," kata Alfonso.

Sambutan dan arahan Ketua PWI Sumut

Farianda menyambut positif bertambahnya kepengurusan di daerah dan menyebut pemekaran sebagai bagian dari komitmennya saat mencalonkan diri sebagai Ketua PWI Sumatera Utara. Ia menekankan tanggung jawab pengurus untuk melayani anggota dan mempermudah proses pembentukan kepengurusan di kabupaten dan kota.

"Kita yang dipercaya menjadi ketua mempunyai tugas menjadi parhobas atau pelayan bagi anggota, termasuk mempermudah proses pemekaran PWI di daerah," ujar Farianda.

Farianda juga mengajak seluruh pengurus daerah mendukung pemekaran demi memperkuat eksistensi PWI dan meningkatkan kualitas wartawan.

Program peningkatan kompetensi

Selain penguatan struktur organisasi, PWI Sumatera Utara akan memfokuskan program tahun depan pada peningkatan kompetensi anggota, khususnya kemampuan jurnalistik dan penulisan berita. Menurut Farianda, penguatan kapasitas anggota penting agar tampilan karya jurnalistik semakin berkualitas dan akurat.

Susunan kepengurusan definitif

  • PWI Samosir:
    • Ketua: Tumpal Sijabat
    • Sekretaris: Hotdon Naibaho
    • Bendahara: Herbin TTM Sinaga
  • PWI Toba:
    • Ketua: Edwart MT Sinaga
    • Sekretaris: Maruli Simanjuntak
    • Bendahara: David Purba

Dengan terbentuknya kepengurusan baru, diharapkan PWI Toba dan PWI Samosir dapat menjalankan roda organisasi secara mandiri, memperkuat peran pers sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat, serta menghasilkan informasi yang akurat dan berimbang sesuai Kode Etik Jurnalistik.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait