Longsor dan banjir di Sabang, 6 orang luka, dua rumah rusak
Sabang, 26 Juni — Hujan deras pada Jumat sore memicu tanah longsor dan banjir di Kota Sabang sehingga beberapa rumah tertimbun material dan enam warga mengalami luka-luka. Peristiwa terjadi di Lorong Rajawali, Gampong Kuta Timu, Kecamatan Sukakarya, tepat di belakang kantor DPRK Sabang.
Kronologi kejadian
Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Sabang sekitar pukul 16.00–16.15 WIB dan berlangsung sekitar satu jam. Curah hujan yang tinggi menyebabkan pergerakan tanah di lereng-lereng lokal sehingga longsor menimbun permukiman di lorong tersebut.
Korban dan evakuasi
Sejumlah warga yang mengalami luka ringan dan berat dievakuasi ke RSUD Sabang. Menurut data lapangan, tidak ada korban jiwa. Kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
- Korban luka: Faridah Hanum; Firmansyah Fa’u; Eni Safitri; Fikri Rmabsyah; Firni Syahputri (dan satu nama lain tercatat).
Kerusakan properti
Dua rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat karena tertimbun pasir dan batu. Pemilik yang terdampak tercatat sebagai:
- Faridah Hanum (70), pedagang, alamat Jalan Rajawali, Gampong Kuta Timu.
- Firmansyah Fa’u (44), buruh harian lepas, alamat Jalan Rajawali, Gampong Kuta Timu.
Dampak banjir dan area terdampak
Selain longsor, hujan lebat mengakibatkan genangan air yang merendam rumah warga dan merusak perabot rumah tangga di beberapa gampong. Genangan juga terjadi di sejumlah ruas jalan utama, antara lain Jalan Sabang–Balohan di depan SMPN 1, SMKN 1, depan kantor Kodim, dan di kawasan Balohan.
Bagian pagar kantor DPRK Sabang di belakang lokasi longsor dilaporkan terdampak, sementara musalla di kompleks kantor tersebut juga terancam akibat pergerakan tanah.
Risiko susulan dan imbauan
Petugas Pusdalops BPBD Sabang menginformasikan bahwa pergerakan tanah berpotensi menyebabkan longsor susulan dan dapat memperluas area terdampak. Warga di sekitar lereng dan pemukiman yang rawan diminta untuk tetap waspada dan mengikuti arahan evakuasi dari petugas.
Pemantauan dan penanganan darurat terus dilakukan oleh instansi terkait untuk meminimalkan risiko dan mengatasi dampak banjir. Situasi akan terus dipantau hingga kondisi cuaca membaik dan ancaman longsor dinyatakan berakhir.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Asahan Siapkan Parlinsos Digital 2026 untuk Akurasi Bansos
Pemkab Asahan menggelar rakor persiapan Parlinsos Digital 2026 untuk menyatukan data dan memastikan penyalur...
BRT Mebidang Diresmikan, Lintasan Khusus di Lapangan Belum Rampung
Gubernur Sumut meresmikan BRT Mebidang 19 Agustus, namun lintasan khusus di lapangan masih berupa pembongkar...
Polda Sumut Ungkap 6.369 Kasus Kejahatan Jalanan Jan–Jul 2026
Polda Sumut ungkap 6.369 kasus kejahatan jalanan Jan–Jul 2026 dan amankan 2.400 pelaku; termasuk pengungkapa...
FKPPI Sumut Nyatakan Dukung Program Pangdam I/BB
FKPPI Sumut menyatakan dukungan kepada program Pangdam I/BB, termasuk pembangunan jembatan perintis dan prog...
Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan dengan Samurai di Aek Kanopan
Polisi menangkap SM (35) terkait dugaan penganiayaan di Aek Kanopan; pedang samurai disita sebagai barang bu...
Tersangka Ledakan Grand Polonia Ditetapkan, Identitas Dirahasiakan
Polrestabes Medan menetapkan tersangka ledakan Grand Polonia; identitas dirahasiakan. Ledakan akibat kebocor...