Lokal

Pimpinan Dayah Ajak Maksimalkan Sisa Muharram dengan Amal

Bagikan:
Ulama memberi khutbah tentang amalan Muharram di Aceh Besar

ACEH BESAR — Pimpinan Dayah Daruzzahidin, Dr Tgk H Abd Razak Lc MA, mengimbau umat Islam memaksimalkan sisa bulan Muharram dengan beragam amalan saleh. Pernyataan itu disampaikan dalam khutbah Jumat di Masjid Asy-Syuhada Lampanah, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Jumat 26 Juni 2026 bertepatan 11 Muharram 1448 H.

Pesan utama khutbah

Tgk Abd Razak menekankan pentingnya memperbanyak ibadah pribadi dan kegiatan sosial. Ia mengajak jamaah memanfaatkan waktu yang tersisa untuk meningkatkan kualitas iman dan menolong sesama.

Amalan yang dianjurkan

Dalam khutbahnya, ia merinci amalan yang sebaiknya dilakukan sepanjang sisa Muharram. Amalan itu mencakup ibadah ritual dan tindakan sosial yang langsung berdampak bagi masyarakat.

  • Memperbanyak shalat sunnah
  • Membaca Al-Qur'an
  • Memperbanyak istighfar
  • Membantu tetangga yang mengalami kesulitan ekonomi
  • Melunasi utang orang yang terjerat pinjaman
  • Terlibat dalam kegiatan sosial dan berbagi

Ia juga mendorong mereka yang punya kelebihan ilmu dan waktu untuk mengajar dan memberi nasihat demi memperkuat ukhuwah.

Teladan persaudaraan Nabi

Tgk Abd Razak mengingatkan teladan Nabi Muhammad saat menyatukan Muhajirin dan Anshar di Madinah. Persaudaraan itu jadi contoh saling menghargai, berbagi, dan mengutamakan kepentingan saudara.

"Tentang persaudaraan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw ... Yang pertama kali dilakukan Rasulullah adalah membangun persaudaraan di antara mereka, sehingga mereka bisa bersatu dalam ikatan iman."

Ia merujuk Al-Qur'an Surat Al-Hasyr ayat 9 untuk menggambarkan sikap anshar yang mengutamakan muhajirin meski membutuhkan sendiri.

Orang-orang (Ansar) yang telah menempati kota (Madinah) dan beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin) mencintai orang yang berhijrah ke (tempat) mereka. Mereka tidak mendapatkan keinginan di dalam hatinya terhadap apa yang diberikan (kepada Muhajirin). Mereka mengutamakan (Muhajirin) daripada dirinya sendiri meskipun mempunyai keperluan yang mendesak.

Makna dan kemuliaan Muharram

Khutbah juga mengulas Muharram sebagai salah satu dari empat bulan haram dalam kalender Islam. Ia mengutip ketentuan Al-Qur'an yang menyebutkan adanya empat bulan yang diagungkan dan menghimbau umat untuk tidak berbuat zalim pada bulan-bulan ini.

"Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan... di antaranya ada empat bulan haram." (QS At-Taubah [9]:36)

Tgk Abd Razak menegaskan bahwa Muharram disebut oleh Nabi sebagai 'bulan Allah' sehingga kesempatan beribadah pada bulan ini sangat mustajab dan mulia.

Penutup

Ia menutup khutbah dengan ajakan agar sisa Muharram dipakai untuk memperbaiki diri dan melakukan kebaikan yang bermanfaat bagi orang lain. Ia mengingatkan bahwa tidak ada yang pasti apakah kita masih diberi kesempatan bertemu bulan ini di tahun berikutnya.

"Jadikan sisa Muharram sebagai momentum memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, membantu tetangga, melunasi utang orang yang terjerat pinjaman, atau terlibat dalam kegiatan sosial masyarakat."

Pernyataan dan dorongan ini disampaikan untuk mendorong umat memetik keutamaan bulan Muharram dengan tindakan nyata di lingkungan masing-masing.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait