Pemko Pematangsiantar Robohkan Bangunan Pasar Dwikora
Pematangsiantar — Pemko Pematangsiantar memulai proses perobohan bangunan bekas kebakaran Pasar Dwikora pada Jumat, 26 Juni, di sekitar Jalan Mufakat, Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara. Langkah ini bagian dari upaya penanganan pasca-kebakaran yang terjadi dinihari pada 18 Juni lalu.
Proses perobohan dan pembersihan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memimpin pengerjaan perobohan menggunakan alat berat. Kegiatan berlangsung lancar dan terus dilanjutkan sampai seluruh bangunan terancam keselamatan aman dibongkar.
Selama perobohan, perangkat daerah lain melakukan tugas pendukung. Dinas Perhubungan memasang road barrier, sementara Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) membersihkan drainase dan area sekitar pasar. Pihak Kecamatan Siantar Utara juga memindahkan sisa-sisa bangunan semi permanen milik pedagang.
Setelah perobohan selesai, pembersihan sisa puing akan dilanjutkan secara kolaboratif oleh beberapa instansi dan perusahaan daerah.
Kolaborasi antar instansi
Instansi yang terlibat dalam proses pembersihan dan pemulihan meliputi:
- BPBD
- Dinas Perhubungan
- Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR)
- Dinas Lingkungan Hidup (DLH)
- Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PDPHJ)
- Kecamatan Siantar Utara
“Semoga di tempat ini bisa berlanjut dengan tahap pembangunan sebagaimana yang telah menyepakati dengan para pedagang,”
kata Kepala Pelaksana BPBD, Dedi Idris Harahap, setelah kegiatan pembersihan awal berlangsung.
Bantuan untuk pedagang terdampak
Wali Kota Wesly Silalahi menegaskan komitmen pemkot untuk mendampingi pedagang yang kehilangan tempat usaha akibat kebakaran. Sebelumnya, pada Rabu (24/6), Pemko menyerahkan bantuan tahap pertama kepada para pedagang terdampak.
“Saya juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan solidaritas dan kepeduliannya...,”
ujar Wesly, seraya berharap bantuan dapat meringankan beban dan membantu pemulihan usaha para pedagang.
| Keterangan | Jumlah |
|---|---|
| Pedagang terdampak | 276 |
| Bantuan tahap pertama per kios | Rp 10.000.000 |
| Penyaluran | Melalui Bank Sumut |
| Tanggal penyerahan tahap pertama | 24 Juni |
Dampak dan prospek pemulihan
Kebakaran pada 18 Juni menghanguskan ratusan kios dan membuat banyak pedagang kehilangan sumber penghidupan. Pemko menegaskan bantuan yang disalurkan mungkin belum dapat menutup seluruh kerugian, namun diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mendesak dan mempercepat pemulihan ekonomi di kawasan pasar.
Proses perobohan, pembersihan, dan nantinya pembangunan kembali diarahkan agar pasar dapat beroperasi kembali secara bertahap. Pemkot juga mengajak para pedagang tetap tabah dan menjadikan musibah sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di masa mendatang.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Cinta, Siswi SD Harapan 1 Medan, Raih Puluhan Prestasi Akademik dan Nonakademik
Luvena "Cinta" siswi SD Harapan 1 Medan konsisten raih prestasi akademik dan lomba nasional sejak 2019 hingg...
DPRD Bandung Kunjungi Bapenda Medan, Fokus Optimalisasi PAD
DPRD Kota Bandung berkunjung ke Bapenda Medan pada 19/8 untuk mempelajari strategi optimalisasi PAD, termasu...
Rico Waas: PWPM Harus Profesional dan Beradaptasi Teknologi
Wali Kota Medan Rico Waas mendorong PWPM profesional dan adaptif ke platform digital saat Raker I PWPM Medan...
10.003 Peserta Meriahkan Pawai Alegoris HUT ke-81 di Langsa
Sebanyak 10.003 peserta dari 105 satuan pendidikan meriahkan Pawai Alegoris, Sepeda Hias, dan Becak Hias HUT...
Sumut: Siswi Keracunan MBG, 120 Rumah Rusak, dan Gempa M6.1
Siswi dirawat dugaan keracunan MBG; 120 rumah rusak di Medan Johor; gempa M6.1 guncang perairan Nias Selatan...
BMA Salurkan Rp32,16 Miliar untuk 6.431 Pelaku Usaha di Aceh
BMA menyalurkan Rp32,155 miliar untuk 6.431 pelaku usaha Aceh hingga Agustus 2026; BMA minta lapor polisi bi...