Ribuan Antre di Soetta setelah Penerbangan ke Ternate Dibatalkan
Ribuan penumpang Lion Air mengantre di konter Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta pada Senin, 7 September 2026. Mereka datang untuk mengurus refund atau reschedule setelah penerbangan ke Ternate mendadak dibatalkan. Pembatalan terjadi menyusul penutupan bandara akibat sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.
Kerumunan penumpang dan layanan maskapai
Sejak pagi, antrean panjang tampak memenuhi meja layanan Lion Air. Sebagian besar penumpang meminta pengembalian uang atau penjadwalan ulang penerbangan. Proses pelayanan membuat suasana terminal padat dan membutuhkan koordinasi lebih lama dari biasanya.
Kisah penumpang: informasi pembatalan mendadak
Salah satu penumpang, Ami, mengatakan ia sudah datang pagi-pagi agar tidak ketinggalan pesawat. Namun setelah check-in, penerbangannya tiba-tiba dibatalkan tanpa pemberitahuan sebelumnya.
"Katanya sih cancel, tapi waktu kemarin dicek, katanya hari ini dibuka, tapi nanti diberi tahu jam 09:00 WIB. Tadi abis check in semua, tiba-tiba di cancel,"
Ami menambahkan sempat mendapat informasi penerbangan akan dijadwalkan ulang pada pukul 19.00 WIB, namun konfirmasi itu tak pasti. Ia mengaku belum memutuskan apakah akan menginap di bandara atau ke rumah saudara di Jakarta.
Petugas memberi dua opsi: menunggu jadwal dua hari ke depan atau mengajukan pengembalian dana. Menurut penumpang, proses refund akan membutuhkan waktu hingga 14 hari.
Penutupan bandara karena abu vulkanik
Pemerintah menutup sementara delapan bandara pada hari yang sama. Keputusan diambil berdasarkan data dari BMKG setelah Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Minggu malam, menghasilkan sebaran abu yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan.
"Dengan data yang kami miliki, diperoleh dari BMKG, kami memutuskan untuk delapan bandara yang kemarin ditutup, masih tetap kami tutup hingga pukul 18.00 sore nanti. Namun demikian, kami terus memantau informasi yang kami peroleh dari BMKG,"
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan arah angin pada beberapa lapisan atmosfer berbeda, sehingga abu vulkanik masih bertahan di sekitar bandara yang dekat dengan gunung. Kondisi itu dianggap berisiko bagi operasi penerbangan.
Tindakan dan prospek pembukaan kembali
Kementerian Perhubungan menyatakan akan terus memantau kondisi dan memperbarui informasi jika ada perubahan. Pemerintah juga menyiapkan langkah teknis untuk percepatan pembukaan kembali, termasuk pembersihan runway, taxiway, dan apron jika kondisi memungkinkan.
Penumpang disarankan memantau pengumuman resmi maskapai dan informasi cuaca dari otoritas terkait sebelum menuju bandara. Pelayanan pengembalian dana dan penjadwalan ulang tetap tersedia bagi penumpang terdampak.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemendikdasmen Lanjutkan Pembinaan Talenta hingga Ajang Internasional
Kemendikdasmen membina 420 juara nasional dan mengirim 79 delegasi yang meraih 47 penghargaan internasional...
Angkasa Pura Siapkan Transportasi ke Bandara Alternatif
Angkasa Pura menyediakan bus dan kereta ke bandara alternatif; biaya ditanggung penuh bagi penumpang terdamp...
Bandara Soetta dan Halim Ditutup hingga 18.00 WIB akibat Abu Krakatau
Soetta dan Halim ditutup sementara hingga estimasi 18.00 WIB, 7 Sep 2026, akibat sebaran abu Gunung Anak Kra...
Delapan Bandara Ditutup Sementara Imbas Abu Anak Krakatau
Delapan bandara ditutup sementara sampai 18.00 WIB karena sebaran abu Anak Krakatau; Kemenhub dan BMKG terus...
Menteri PANRB: Persiapan Pensiun ASN Dimulai Sejak Muda
Menteri PANRB Rini Widyantini minta ASN mulai persiapan pensiun sejak usia produktif melalui Bulan Dana Pens...
Nusa Jaya Gandeng Krama Adat Selabih untuk Penghijauan Bali
Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama menanam pohon bersama krama adat Selabih Lalang Linggah di Tabanan, Bali, u...