LPPI Kirim Surat ke Presiden Usulkan Optimalisasi Pendapatan Rp250 T
Lembaga Pengawasan Pembangunan Indonesia (LPPI) mengirim surat permohonan audiensi kepada Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 7 September 2026, untuk menawarkan kajian optimalisasi tata niaga yang menurut analisisnya berpotensi menambah pendapatan negara hingga Rp250 triliun per tahun. Surat bernomor 35/LPPI/IX/2026 itu dikonfirmasi telah diterima oleh Kementerian Sekretariat Negara.
Isi surat dan permintaan audiensi
Dalam surat tersebut, LPPI meminta kesempatan memaparkan hasil kajian strategis terkait pembenahan mekanisme tata niaga di sejumlah sektor. Mereka menyatakan kesiapan untuk menjelaskan langkah-langkah teknis yang diusulkan dan implikasinya terhadap penerimaan negara.
"Dalam rangka pengabdian kepada bangsa dan negara serta dukungan kami kepada Bapak H. Prabowo Subianto selaku Presiden Republik Indonesia. Kami memohon kesediaan waktu Bapak Presiden untuk dapat mendengarkan paparan hasil kajian kami,"
— Abdul Hamid Ramadhan, Koordinator Pelaksana Harian LPPI
Temuan awal: potensi Rp250 triliun
Hasil analisis dan pemetaan LPPI menunjukkan bahwa pembenahan tata niaga pada satu sektor yang dikaji memiliki potensi tambahan penerimaan hingga Rp250 triliun per tahun. LPPI menegaskan angka itu hanya berasal dari satu sektor dan belum memasukkan potensi dari sektor lain yang masih dalam kajian mendalam.
Rekomendasi dan tujuan kajian
LPPI menyebutkan tujuan utamanya adalah menyediakan rekomendasi yang dapat dijadikan masukan oleh pemerintah untuk mengoptimalkan sumber penerimaan negara. Rekomendasi yang diusulkan fokus pada perbaikan tata kelola, penyederhanaan regulasi, serta peningkatan transparansi agar pembiayaan pembangunan lebih berkelanjutan.
- Menawarkan kajian strategis dan langkah implementasi
- Mengidentifikasi potensi penerimaan dari beberapa sektor
- Mendorong regulasi yang efisien dan transparan
Imbauan LPPI kepada masyarakat
Selain menyampaikan kajian, LPPI juga menyerukan dukungan publik tanpa melakukan aksi turun ke jalan. Lembaga ini meminta masyarakat dan aktivis tetap menjalankan aktivitas sehari-hari agar kinerja pemerintah tidak terganggu.
"Kita dukung pemerintah. Agar kinerjanya tidak tergangg atau terhambat oleh aksi demonstrasi,"
— Abdul Hamid Ramadhan
LPPI menegaskan komitmennya untuk mengawal dan mendampingi pemerintah dalam upaya mencapai kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah kini memiliki bahan kajian baru yang dapat dilanjutkan ke tahap evaluasi teknis bila audiensi disetujui.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...