IDAI: Abu Vulkanik Tingkatkan Risiko Gangguan Pernapasan pada Anak
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Komponen berbahaya dalam abu vulkanik
Menurut Ketua UKK Respirologi IDAI, dr. Wahyuni Indawati, abu vulkanik terdiri dari berbagai material yang keluar saat erupsi. Komponen utama meliputi pecahan batuan, mineral, dan kaca vulkanik, serta gas dari interaksi magma.
Abu vulkanik terdiri dari material yang dikeluarkan gunung berapi, terbentuk dari pecahan batuan, mineral dan kaca vulkanik. Gas juga keluar dari interaksi antara magma, sehingga anak perlu mewaspadai dampak paparannya terhadap kesehatan pernapasan.
- dr. Wahyuni Indawati
Mekanisme risiko: partikel dan gas
IDAI menekankan dua komponen yang patut diwaspadai: partikulat (partikel padat) dan gas berbahaya seperti sulfur dioksida dan nitrogen oksida. Kedua komponen ini dapat terhirup oleh anak dan masuk ke saluran napas.
Paparan dapat memicu inflamasi pada saluran pernapasan. Inflamasi ini menurunkan ketahanan mukosa sehingga meningkatkan kemungkinan infeksi.
Kalau anak-anak menghirup hal tersebut, akan menyebabkan peradangan atau inflamasi di saluran pernapasan dan membuat mereka mudah mengalami infeksi saluran. Abu vulkanik dapat membuat anak-anak lebih mudah mengalami infeksi saluran pernapasan akibat peradangan yang terjadi pada saluran pernapasan.
- dr. Wahyuni Indawati
Dampak pada anak dengan penyakit pernapasan
IDAI juga mengingatkan bahwa anak dengan riwayat penyakit pernapasan memiliki risiko lebih besar mengalami kondisi akut saat terpapar abu vulkanik. Contoh kondisi yang disebutkan termasuk asma dan bronkiektasis.
Anak-anak yang memiliki gangguan kesehatan seperti asma dan bronkiektasis tersebut dapat mengalami serangan akut akibat menghirup partikel-partikel tersebut. Paparan partikel abu vulkanik dapat memicu serangan akut pada anak dengan gangguan kesehatan pernapasan yang sudah dimiliki sebelumnya.
- dr. Wahyuni Indawati
Implikasi dan catatan akhir
Paparan abu vulkanik berpotensi meningkatkan beban penyakit pernapasan pada anak, terutama pada kelompok yang sudah rentan. Orang tua dan pihak terkait disarankan memperhatikan kondisi lingkungan dan gejala pernapasan pada anak bila terjadi erupsi. IDAI menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap paparan partikel dan gas vulkanik untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...