Kaji Ipuk Minta Pelebaran Jalan Wiyung–Menganti Diselesaikan
SURABAYA — Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri mendorong penyelesaian proyek pelebaran Jalan Wiyung–Menganti dan infrastruktur pendukung segera dituntaskan selama masa pemerintahan Wali Kota Eri Cahyadi. Upaya ini dinilai penting untuk mengurai kemacetan, memperkuat konektivitas kawasan, dan mendorong percepatan aktivitas ekonomi.
Alasan prioritas dan manfaat ekonomi
Kaji Ipuk menyatakan infrastruktur jalan yang memadai menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi. Kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi barang akan berdampak langsung pada efisiensi waktu dan biaya.
Ketika jalan memadai, jalan memenuhi syarat, maka gerakan ekonomi, pergerakan ekonomi akan terjadi percepatan.
Menurutnya, kemacetan tidak hanya memperpanjang waktu tempuh, tetapi juga meningkatkan biaya distribusi dan menghambat aktivitas ekonomi lokal.
Koridor Wiyung–Menganti dan keterkaitan dengan JLLB
Kaji Ipuk menegaskan koridor Wiyung–Menganti harus diprioritaskan karena menjadi akses strategis yang menghubungkan Surabaya dengan Gresik dan kawasan sekitarnya. Peningkatan kapasitas jalan dipandang mampu membuka peluang pertukaran ekonomi antardaerah.
Selain itu, ia meminta agar pelebaran jalan dikaitkan dengan pengembangan Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB). Menurutnya, keterhubungan antarjalur akan memperkuat jaringan transportasi di wilayah barat Surabaya dan memperlancar akses ke jaringan jalan utama, termasuk Pelabuhan Teluk Lamong.
Jangan sampai pembangunan jalan berdiri sendiri-sendiri. Konektivitas antarjalur harus dipikirkan supaya manfaat infrastrukturnya semakin besar untuk masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Progres pengerjaan dan target capaian
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Surabaya, Hidayat Syah, menyampaikan pelebaran Jalan Wiyung–Menganti dikerjakan secara multiyears. Pekerjaan dimulai dari perempatan Jalan Babatan Unesa ke arah barat hingga Wisma Lidah Kulon.
| Periode | Panjang (meter) | Keterangan |
|---|---|---|
| 2025 | 350 | Sudah direalisasi |
| 2026–2027 | 1.900 | Pekerjaan lanjutan |
| Target 2026 | 950 | Target penyelesaian pada 2026 |
Penyelesaian bertahap ini diharapkan meningkatkan kapasitas ruas dan memperkuat konektivitas kawasan barat Surabaya dengan wilayah sekitarnya.
Implikasi dan harapan DPRD
DPRD Surabaya menilai proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik. Pelebaran jalan dan konektivitas merupakan investasi infrastruktur untuk memperlancar pergerakan orang dan barang serta menopang pertumbuhan ekonomi kawasan.
Di era Pak Eri harus selesai semua. Harus selesai.
Dengan momentum pemerintahan saat ini, DPRD berharap proyek strategis yang sempat tertunda dapat diselesaikan sehingga manfaatnya cepat dirasakan masyarakat dan pelaku usaha.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Hari Yulianto: Kesadaran Warga Kunci Atasi Sampah Sidoarjo
Hari Yulianto menilai kesadaran warga jadi kunci atasi sampah. BKK Rp300 juta Sidoarjo 2027 efektif jika per...
PDIP Jember Ajak Generasi Z Tidak Apatis pada Politik
Widarto mengajak generasi Z Jember tak apatis, aktif memberi kritik dan menyaring informasi lewat nonton bar...
DPRD Pasuruan Soroti Raperda Pajak: Lima Catatan untuk Optimalisasi PAD
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Pasuruan beri lima catatan penting pada Raperda Pajak 2026, menekankan optimalisa...
Komisi VII Dorong IKM Gresik Perkuat Modal, Teknologi, Legalitas
Anggota Komisi VII DPR, Nila Yani, mendorong IKM Gresik perkuat akses modal, teknologi, dan legalitas agar b...
Berani Berkomedi: PDI Perjuangan Jatim Dorong Komika Muda
PDI Perjuangan Jatim menggelar kompetisi stand-up "Berani Berkomedi" untuk mendorong komika muda menyuarakan...
Berani Berkomedi: PDIP Jatim Dorong Anak Muda Suarakan Aspirasi
DPD PDI Perjuangan Jatim menggelar kompetisi stand-up "Berani Berkomedi" di Malang untuk mendorong anak muda...