Masa Depan Scaloni Menggantung, Akan Temui Presiden AFA
Lionel Scaloni menyatakan masa depannya sebagai pelatih Timnas Argentina belum pasti dan berencana bertemu Presiden AFA setelah kekalahan 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026, Senin, 20 Juli 2026. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers yang berakhir emosional saat Scaloni menahan air mata.
Pertemuan dengan Presiden AFA dan keputusan kontrak
Scaloni mengatakan ia akan berbicara langsung dengan Presiden Asosiasi Sepak Bola Argentina untuk membahas kelanjutan tugasnya. Ia menegaskan perlu waktu berpikir sebelum memutuskan langkah berikutnya.
"Saya akan berbicara dengan presiden AFA, saya akan menyelesaikan masa kontrak saya, saya tahu apa yang ingin saya lakukan. Saya merasa perlu memikirkannya, saya tidak tahu apakah hal sebesar ini bisa dilakukan lagi."
Pelatih 48 tahun itu juga menyatakan akan menjalani kontraknya sampai Desember 2026 jika tidak ada keputusan lain. Keputusan final, menurutnya, akan ditentukan setelah diskusi dengan pihak AFA.
Emosi di konferensi pers dan ruang ganti
Usai pertandingan, Scaloni tak kuasa menahan kesedihan dan sempat meninggalkan konferensi pers lebih awal. Sebelum keluar, ia meminta maaf kepada awak media dan menerima tepuk tangan dari jurnalis Argentina yang hadir.
"Saya sudah menangis habis-habisan di ruang ganti. Saya bersyukur kepada tim ini, mereka adalah para pejuang."
Ia menggambarkan suasana ruang ganti sebagai momen emosional di mana seluruh kesedihan diluapkan bersama pemain setelah gagal merebut gelar.
Warisan dan prestasi selama memimpin Argentina
Sejak ditunjuk sebagai pelatih pada 2018, Scaloni mengubah wajah La Albiceleste. Di bawah kepemimpinannya, tim meraih trofi besar secara beruntun, mengakhiri penantian panjang suporter Argentina.
- Copa America 2021
- Piala Dunia 2022
- Copa America 2024
Meski gagal mempertahankan gelar Piala Dunia, Scaloni tetap bangga dengan perjuangan tim dan berterima kasih kepada staf serta para pemain atas upaya maksimal mereka.
Implikasi dan prospek ke depan
Kemungkinan perubahan di kursi pelatih akan bergantung pada hasil pembicaraan antara Scaloni dan Presiden AFA. Jika Scaloni memilih mundur, AFA akan menghadapi tugas mencari pelatih yang mampu melanjutkan keberhasilan besar tim nasional.
Sementara itu, publik dan pengamat akan menunggu keputusan resmi setelah pertemuan kedua pihak, yang diperkirakan menjadi titik penentu masa depan kepelatihan Argentina.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Iva Jovic Pertahankan Gelar di Guadalajara, Kalahkan Stearns
Iva Jovic mempertahankan gelar Guadalajara Open setelah menaklukkan Peyton Stearns 6-4, 6-2 pada 20 Septembe...
Yoga Ardika Putra Sumbang Medali Teqball Indonesia di Asian Games
Yoga Ardika Putra meraih medali perunggu teqball Asian Games 2026 di Nagoya pada 20 September 2026, menambah...
Menpora Apresiasi Penampilan Kontingen Indonesia di Asian Games 2026
Menpora Erick Thohir memuji penampilan Kontingen Indonesia pada pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dan...
Wushu Seraf Sumbang Medali Pertama Indonesia di Asian Games
Seraf Naro Siregar menyumbang medali perunggu pertama Indonesia di Asian Games Aichi–Nagoya 2026 pada nomor...
Putri Indonesia Menang 3-0 atas Mongolia di Asian Games 2026
Tim bulutangkis putri Indonesia menang 3-0 atas Mongolia di Asian Games 2026 dan langsung lolos ke babak ber...
Sumaya ke Final Teqball Asian Games 2026, Bidik Emas
Sumaya melaju ke final teqball Asian Games 2026 di Nagoya dan akan hadapi Wai Khin Hnin; kelolosan ini memas...