Maldini Temui Guardiola Bahas Kursi Pelatih Timnas Italia
Paolo Maldini dan penasihat Leonardo menemui Pep Guardiola di Barcelona akhir pekan lalu untuk membahas kemungkinan mantan pelatih Manchester City itu menjadi pelatih tim nasional Italia. Pertemuan yang berlangsung tiga hari itu bertujuan mempresentasikan proyek jangka panjang FIGC dan mencari solusi pasca-gagalnya Italia melaju ke Piala Dunia.
Pertemuan dan tujuan pembicaraan
Sebagai direktur teknis baru, Maldini bersama Leonardo menyampaikan rencana federasi kepada Guardiola. Pertemuan intensif selama beberapa hari menjadi langkah konkret FIGC untuk menentukan arah kepelatihan tim nasional ke depan.
Diskusi ini muncul setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya berturut-turut, sehingga federasi mencari perubahan struktural dan wajah kepelatihan yang sesuai.
Kondisi Guardiola saat ini
Guardiola saat ini berstatus bebas setelah mengakhiri 10 tahun kariernya di Manchester City dengan koleksi 20 trofi. Meski demikian, pelatih asal Spanyol itu berkali-kali menegaskan keinginannya untuk beristirahat dari dunia kepelatihan.
"Saya tidak ingin kembali dalam waktu dekat, saya perlu menjalani hidup,"
FIGC dikabarkan menyusun rencana hingga Piala Dunia 2030 jika Guardiola bersedia menerima tawaran tersebut.
Anggaran federasi dan alternatif kandidat
Presiden federasi menyatakan bahwa perburuan pelatih tidak hanya terbatas pada nama-nama populer seperti Roberto Mancini dan Andrea Pirlo. Namun, keputusan akhir harus mempertimbangkan keterbatasan anggaran federasi menuju 2026.
Giovanni Malagò menegaskan bahwa anggaran FIGC saat ini masih jauh dari permintaan pelatih berkelas dunia. Jika Guardiola menolak, nama-nama seperti Mancini dan Pirlo tetap dipandang sebagai kandidat kuat untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Gennaro Gattuso.
Implikasi dan langkah selanjutnya
Pertemuan Maldini-Guardiola menunjukkan bahwa FIGC bergerak proaktif mencari solusi jangka panjang. Meski demikian, proses finalisasi akan bergantung pada kesediaan calon pelatih dan keseimbangan dengan kemampuan keuangan federasi.
Dalam beberapa bulan ke depan, FIGC diperkirakan akan merumuskan opsi resmi dan mengumumkan langkah berikutnya, baik itu menunjuk pelatih dari kandidat domestik maupun mencapai kesepakatan dengan figur internasional.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Futsal Campus League Bandung: Juara Bertahan UIN Turun ke Posisi Ketiga
UIN Bandung turun ke posisi third di Campus League Bandung setelah banyak pemain kunci lulus; seeding nasion...
MilkLife Kickers Buka Singa Cup 2026 dengan Kemenangan 13-0 dan Kekalahan Tipis
MilkLife Kickers buka Singa Cup 2026 di Singapura dengan kemenangan 13-0 dan kekalahan tipis 0-1 dalam dua l...
UPI dan STKIP Pasundan ke Final Campus League Futsal Bandung 2026
UPI dan STKIP Pasundan melaju ke final Campus League Futsal Bandung 2026 setelah menundukkan UIN SGD dan UNW...
Seluruh Tiket Final DBL Jakarta 2026 Ludes dalam 47 Jam
Seluruh tiket Final Honda DBL Jakarta 2026 habis terjual; presale ludes dalam 1 jam dan semua tiket habis da...
MilkLife Strikers Juara Singa Cup 2026 Girls U12
MilkLife Strikers juara Singa Cup 2026 Girls U12 setelah menang 2-1 atas Selangor FC Academy A di Singapura,...
Ika Wonda Hattrick, MilkLife Strikers Bungkam Lion City 6-1
MilkLife Strikers menaklukkan Lion City Sailors 6-1 di Singa Cup 2026, berkat hattrick Ika Wonda dan permain...