Hiburan

Joko Anwar Gelar 'Macabre Art Installation' Terinspirasi Ghost in the Cell

Bagikan:
Poster pameran Macabre Art Installation terinspirasi film Ghost in the Cell oleh Joko Anwar

Joko Anwar bersama rumah produksi Come and See Pictures menghadirkan pameran instalasi bertajuk Macabre Art Installation, berlangsung 16–22 Mei 2026 di Nirmana Falatehan, Jakarta Selatan. Pameran ini bertujuan mempromosikan film Ghost in the Cell sekaligus memberi pengalaman imersif bagi pengunjung. Acara dibuka untuk umum setiap hari pukul 10.00–20.00 WIB dan gratis tanpa biaya masuk.

Ringkasan acara

Pameran diselenggarakan oleh tim produksi film sebagai bentuk promosi alternatif. Berikut informasi praktis untuk pengunjung:

  • Waktu: 16–22 Mei 2026
  • Jam buka: 10.00–20.00 WIB
  • Tempat: Nirmana Falatehan, Jakarta Selatan
  • Biaya: Gratis untuk umum

Konsep dan pengalaman pameran

Istilah macabre art merujuk pada gaya seni yang mengangkat tema horor, kematian, dan tubuh manusia. Pada pameran ini, instalasi menampilkan visual menyeramkan yang berkaitan langsung dengan dunia Ghost in the Cell. Konsepnya dirancang agar pengunjung merasakan suasana film dalam bentuk fisik dan ruang.

Pengunjung bisa menikmati rupa-rupa karya yang menggabungkan elemen artistik dan efek visual untuk menciptakan suasana mencekam. Tujuannya bukan sekadar menakut-nakuti, tetapi juga membangkitkan rasa penasaran dan keterlibatan indera.

Latar belakang film dan tujuan promosi

Ghost in the Cell mulai tayang di bioskop sejak April 2026 dan telah menarik jutaan penonton. Film ini sempat menjalani pemutaran perdana internasional pada Berlinale 2026 dan dijadwalkan tayang di 86 negara. Pameran instalasi jadi salah satu strategi tim produksi untuk memperluas pengalaman penonton di luar layar bioskop.

Apa yang bisa diharapkan pengunjung

Selain melihat instalasi, pengunjung berkesempatan merasakan atmosfer adegan film secara langsung. Pameran ini dihadirkan secara terbuka agar penggemar serta publik umum dapat mengeksplorasi estetika macabre tanpa hambatan biaya. Panitia memposisikan acara sebagai jembatan antara pengalaman sinematik dan seni instalasi.

Dengan kombinasi pameran fisik dan kesuksesan layar lebar, Joko Anwar dan Come and See Pictures berharap menarik perhatian penonton baru sekaligus memberi dimensi baru pada promosi film di era pengalaman imersif.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait

Komentar (0)

Komentar akan ditinjau sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!