Tersingkir di Indonesia Open 2026, Lanny/Apri Fokus Evaluasi
Lanny Tria Mayasari dan Apriyani Rahayu tersingkir dari Indonesia Open 2026 setelah kalah dari pasangan Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto, pada Rabu, 3 Juni 2026 di Istora Senayan, Jakarta Selatan. Kekalahan 18-21, 19-21 membuat mereka memutuskan menunda sementara perburuan poin kualifikasi Olimpiade dan memilih fokus pada evaluasi teknis tim.
Hasil pertandingan dan reaksi awal
Di babak 32 besar, Lanny/Apri gagal menembus pertahanan lawan yang tampil konsisten sepanjang laga. Skor akhir 18-21, 19-21 mencerminkan beberapa celah dalam pola permainan dan komunikasi mereka di lapangan.
Usai pertandingan, Apriyani mengakui kekecewaan tetapi menegaskan tim akan memprioritaskan perbaikan fundamental ketimbang mengejar poin sesaat.
Keputusan menunda fokus Olimpiade
Apriyani secara terbuka menyatakan pasangan ini saat ini memilih untuk mengendurkan fokus pada perhitungan poin menuju Race to Olympic 2028. Keputusan ini muncul sebagai respons terhadap kebutuhan untuk memperkuat fondasi permainan.
Jujur, kami sekarang tidak fokus untuk mengejar poin (kualifikasi Olimpiade). Pasti kemauan main di Olympic itu ada, siapa sih yang nggak mau?
Prioritas evaluasi: tiga pekerjaan rumah
Apriyani merinci tiga aspek utama yang akan menjadi fokus perbaikan tim. Mereka akan bekerja secara bertahap untuk memperbaiki setiap elemen agar bisa kembali kompetitif.
- Cara bermain — memperbaiki teknik individu dan keputusan taktis.
- Pola permainan — menyusun variasi serangan dan pertahanan yang lebih efektif.
- Komunikasi — membangun koordinasi dan kepercayaan antar pemain di lapangan.
Yang menjadi PR kami ke depannya: cara kami bermain, pola permainan kami, dan salah satunya lagi komunikasi kami. Jadi kami mau step by step memperbaiki itu dulu.
Rencana turnamen dan program hingga akhir musim
Lanny menegaskan bahwa mereka tidak akan vakum dari kompetisi. Sebaliknya, pasangan ini akan mengikuti sejumlah turnamen prioritas yang telah ditetapkan tim pelatih untuk sisa musim 2026.
Masih ada sisa beberapa bulan lagi tahun ini. Dari pelatih juga sudah ada beberapa turnamen yang menjadi prioritas untuk kami kejar sampai akhir musim.
Langkah ini memungkinkan mereka menguji perbaikan teknis di laga resmi tanpa menekan target poin jangka panjang.
Implikasi jangka panjang
Keputusan menunda sementara perburuan poin Olimpiade berisiko memperlambat akumulasi peringkat, tetapi berpotensi memberi keuntungan jika perbaikan fundamental berhasil menyatukan permainan mereka. Analisis internal dan program turnamen terukur akan menjadi penentu apakah pendekatan ini efektif menuju target jangka panjang.
Pasangan Lanny/Apri kini fokus membenahi fondasi permainan sebelum kembali mengejar hasil besar di turnamen-turnamen mendatang.
Berita Terkait
Cuaca 33°C Uji Ambisi Inggris Jelang Piala Dunia 2026
Timnas Inggris berlatih di Florida dengan suhu 33°C; fokus pada kebugaran dan penentuan nomor punggung sambi...
Mirza Mustafic Resmi Tinggalkan Bali United
Bali United dan Mirza Mustafic sepakat akhiri kerja sama pada 3 Juni 2026; gelandang timnas Luksemburg kini...
Persebaya Pertahankan Jefferson Silva, Tavares Dukung Keputusan
Persebaya memperpanjang kontrak Jefferson Silva secara multiyears; pelatih Bernardo Tavares mendukung langka...
Raymond/Joaquin Melaju ke Babak Kedua Indonesia Open 2026
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menang 21-9, 21-13 dan melaju ke babak kedua Indonesia Open 2026 setelah tamp...
Timnas Indonesia Uji Regenerasi di FIFA Matchday Juni 2026
Timnas Indonesia memanggil 23 pemain untuk FIFA Matchday Juni 2026 melawan Oman dan Mozambik sebagai uji reg...
Fajar/Fikri Tersingkir di Indonesia Open 2026 Usai Dihadang Chen/Liu
Fajar Alfian/M. Shohibul Fikri tersingkir dari Indonesia Open 2026 usai kalah 21-13, 21-14 dari Chen Bo Yang...