Legenda Liverpool Kevin Keegan Tutup Usia 75
Kevin Keegan, salah satu legenda Liverpool, meninggal pada usia 75 tahun pada Senin, 21 Juli 2026, setelah berjuang melawan kanker yang didiagnosis tahun lalu. Klub dan komunitas sepak bola menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga dan sahabatnya.
Karier di Liverpool
Keegan bergabung dengan Liverpool dari Scunthorpe United pada Mei 1971 saat berusia 20 tahun. Ia langsung mencetak gol pada debutnya melawan Nottingham Forest di Anfield dan cepat menjadi idola suporter.
Dalam enam musim bersama The Reds, Keegan tampil 323 kali dan mencetak 100 gol. Pada musim keduanya, ia terlibat dalam 41 gol yang membantu Liverpool meraih gelar Divisi Pertama dan trofi Eropa pertama klub.
Beberapa momen pentingnya di Liverpool termasuk dua gol dan satu assist di final Piala UEFA melawan Borussia Mönchengladbach yang memastikan kemenangan agregat 3-2, serta dua golnya di final Piala FA 1974 di Wembley saat mengalahkan Newcastle.
Karier internasional dan klub lain
Keegan juga berkiprah di sejumlah klub lain sepanjang kariernya:
- Scunthorpe United
- Hamburg
- Southampton
- Newcastle United
Ia mencatatkan 63 caps untuk tim nasional Inggris, termasuk 31 kali sebagai kapten, dan mengoleksi 21 gol. Setelah pensiun sebagai pemain, Keegan melanjutkan karier sebagai pelatih, menangani klub seperti Newcastle, Fulham, Manchester City, dan tim nasional Inggris.
Penghargaan dan warisan
Keegan menerima penghargaan bergengsi sepanjang kariernya. Ia dinobatkan Pemain Terbaik FWA musim 1975-76 setelah membantu Liverpool meraih gelar ganda dan Piala UEFA. Selanjutnya, selama berkostum Hamburg, Keegan memenangkan Ballon d'Or pada 1978 dan 1979—prestasi langka bagi pemain Inggris yang membuatnya menjadi salah satu hanya empat pemain Inggris yang meraih penghargaan itu.
Warisan Keegan di Liverpool dan sepak bola Inggris tetap kuat. Ia dikenal dengan julukan seperti King Kev dan Mighty Mouse, serta dihormati karena kontribusi pada era awal kesuksesan besar klub di bawah Bill Shankly.
Liverpool membentuk saya, bukan hanya sebagai pesepakbola tapi sebagai pribadi, kata Kevin Keegan pada 2011.
Klub dan penggemar kini mengenang Keegan bukan hanya lewat angka dan trofi, tetapi juga melalui pengaruhnya terhadap budaya dan identitas Liverpool. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam sekaligus pengakuan atas warisan abadi dalam sejarah sepak bola Inggris.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Benteng Kokoh Spanyol: Pertahanan Kunci Gelar Dunia 2026
Spanyol juara Piala Dunia 2026 berkat pertahanan kokoh: hanya kebobolan satu gol, tujuh clean sheet Unai Sim...
Kemenpora Pacu Pembinaan Jangka Panjang Menuju Olimpiade 2028
Kemenpora dorong pembinaan atlet jangka panjang dan pendanaan multiyears untuk dukung persiapan Asian Games...
Rodri Cetak Sejarah: Juara Dunia, Liga, dan Ballon d'Or
Rodri membawa Spanyol juara Piala Dunia 2026 dan menyelesaikan prestasi unik: juara domestik, kontinental, L...
CdM Prioritaskan Pelayanan Atlet Indonesia di Asian Games 2026
CdM Todotua Pasaribu menegaskan prioritas pelayanan bagi atlet dan ofisial Indonesia menjelang Asian Games 2...
Lamine Yamal Ungkap Percakapan dengan Messi usai Final 2026
Lamine Yamal menjelaskan alasan mendekati Lionel Messi usai final Piala Dunia 2026: sebuah ungkapan empati d...
Air Mata Messi: Pesan Menyentuh Usai Kekalahan Final Piala Dunia 2026
Lionel Messi menangis usai kekalahan 0-1 dari Spanyol di final Piala Dunia 2026 dan menyampaikan pesan emosi...