KemenEKRAF dan Pemkot Kolaborasi untuk HUT ke-25 Kota Tasikmalaya
Kementerian Ekonomi Kreatif (KemenEKRAF) dan Pemerintah Kota Tasikmalaya membahas rencana kolaborasi untuk memperingati HUT ke-25 Kota Tasikmalaya yang akan digelar sepanjang Oktober 2026. Pembahasan itu mencakup program acara, penguatan kekayaan lokal, serta aspek keberlanjutan dan perlindungan hak kekayaan intelektual.
Rangkaian acara yang direncanakan
Agenda perayaan dirancang untuk melibatkan masyarakat luas dan pelaku ekonomi kreatif setempat. Beberapa kegiatan utama sudah disepakati dalam pertemuan awal sebagai kerangka program bulan tersebut.
- Pemeriksaan kesehatan gratis berbasis kekayaan intelektual lokal;
- Kegiatan lari ultramarathon dan fun run;
- Optimalisasi pemanfaatan Gedung Creative Center;
- Berbagai kegiatan kreatif yang melibatkan komunitas dan pelaku ekonomi kreatif.
Penekanan pada kekayaan lokal dan identitas kreatif
Dalam pembahasan, KemenEKRAF menekankan pentingnya mengangkat ciri khas Tasikmalaya sebagai kekuatan utama acara. Produk budaya dan kuliner lokal menjadi fokus agar seluruh rangkaian kegiatan memiliki identitas yang kuat.
Pemerintah daerah merupakan kunci utama menggerakkan ekonomi kreatif agar menjadi penopang baru kemajuan ekonomi nasional dari tingkat lokal. Setiap daerah wajib mengeksplorasi serta menonjolkan potensi khasnya supaya mampu membangun identitas ekonomi kreatif yang solid
— Irene Umar, perwakilan KemenEKRAF
Contoh potensi lokal yang diangkat meliputi bordir tradisional, Payung Geulis, serta kuliner khas Nasi Tutug Oncom. Penekanan pada produk ini bertujuan menciptakan pengalaman wisata yang khas sekaligus memperkuat ciri ekonomi kreatif Tasikmalaya.
Keberlanjutan, kesehatan, dan perlindungan hak
KemenEKRAF juga mendorong agar pelaksanaan acara memperhatikan aspek lingkungan dan kesehatan publik. Selain itu, perlindungan hak kekayaan intelektual menjadi bagian dari strategi agar produk lokal terjaga dan berdaya saing.
Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya menyajikan hiburan dan pengalaman wisata, tetapi juga menghasilkan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat, terutama generasi muda pelaku kreatif.
Langkah selanjutnya dan harapan pemerintah daerah
Wali Kota Tasikmalaya menyambut baik masukan dari KemenEKRAF dan berharap kolaborasi dapat berlanjut. Pemerintah kota ingin menjadikan Tasikmalaya sebagai simpul utama ekonomi kreatif di kawasan Priangan Timur dan Jawa Barat.
Selain rangkaian HUT, diusulkan agar perayaan pada Oktober menjadi bagian dari program nasional yang disebut Oktober Kreasi, selaras dengan peringatan Hari Ekraf setiap 24 Oktober. Rencana final dan pembagian tugas antarinstansi akan disusun dalam pertemuan lanjutan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BPBD: Semua Titik Api Karhutla di Jatim Sudah Padam
BPBD Jawa Timur memastikan semua titik api karhutla telah padam, namun pemantauan titik panas melalui SiPong...
Pelestarian Batik: Wamenperin Dorong Perajin Ikuti Pasar
Wamenperin Faisol Riza mendorong pelestarian batik seiring penguatan perajin agar mampu mengikuti pasar, did...
Kemenkum Fasilitasi Mediasi Sengketa Merek ASICS
Kemenkum memfasilitasi mediasi ASICS vs Toko Istana Sepatu pada 3 Okt 2026 di Jakarta untuk menyelesaikan du...
Komdigi: Perlindungan Sisa Kuota Tak Boleh Dikenai Biaya
Kemkomdigi menegaskan sisa kuota pelanggan tidak boleh dikenai biaya, merujuk putusan MK; pemerintah akan ev...
PBNU Terbitkan Pedoman Hari Santri 2026, Solidaritas untuk Palestina
PBNU keluarkan pedoman Hari Santri 2026 berfokus pada tradisi, layanan masyarakat, dan solidaritas kemanusia...
Terapi Seni Bantu Pulihkan Trauma Anak, Ini Cara dan Perannya
Seni atau art terapi dinilai efektif bantu pulihkan trauma anak melalui ekspresi kreatif, lingkungan aman, d...