Hiburan

Kemenbud Kontrak 19 Film Kepahlawanan, Produksi Dimulai 2027

Bagikan:
Sineas dan pejabat Kemenbud setelah penandatanganan kontrak produksi film kepahlawanan

Kementerian Kebudayaan menandatangani kontrak produksi 19 film narasi bertema kepahlawanan yang dijadwalkan mulai diproduksi pada 2027. Kesepakatan ini melibatkan enam film panjang dan 13 film pendek yang lolos penjurian. Penandatanganan berlangsung di Graha Utama Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Kamis, 1 Oktober 2026.

Rincian produksi dan distribusi

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan proses seleksi berjalan panjang dan ketat, serta berharap karya terpilih memperkuat ekosistem perfilman Indonesia. Menurutnya, inisiasi ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap sineas nasional.

"Di tahun depan mudah-mudahan kita akan mendapatkan film-film yang bagus sebagai bentuk afirmasi. Ini menambah kontribusi bagi ekosistem perfilman Indonesia,"

Fadli Zon menjelaskan bahwa pemutaran film tidak akan dibatasi pada jaringan bioskop saja. Pemerintah memberi keleluasaan agar karya dapat menjangkau berbagai saluran distribusi, termasuk festival dan platform daring.

"Tentu diputar juga di bioskop, di platform OTT misalnya. Kemudian juga nanti di daerah-daerah, karena ini kepemilikannya adalah pemilikan Kementerian Kebudayaan,"

Pihak kementerian menegaskan bahwa kepemilikan intellectual property (IP) atas film memungkinkan pemanfaatan lebih luas, seperti pemutaran edukatif, festival, dan distribusi digital.

Daftar Film Terpilih

Berikut daftar film yang mendapatkan kontrak produksi. Terdiri atas enam film panjang dan 13 film pendek.

Kategori Film Panjang

  1. Kapalselam Kalibayam (Panas Dalam Film)
  2. Rai (Alex Zawarda Sinema)
  3. Sakura di Telawang (Travel Stories Film)
  4. Rengasdengklok (Visinema Pictures)
  5. Barisan Penghibur (Alenia Citra Multimedia)
  6. Hoegeng: Yang Ada Tinggal Nama (Kun Tujuh Delapan Enam)

Kategori Film Pendek

  1. Arang Kobar Juang (Sami Sami Rejeki)
  2. Belantara Raya (Malayapura Films)
  3. Buleun Purnama, di Nanggroe (Aries Anugerah Indah)
  4. Darah Djoeang (Ekokapti Creative Productio)
  5. Desing Peluru Tak Bertuan (Wijaya Solusi Bisnis)
  6. Ibu Raih (Indonesia Film Produksi)
  7. Jam 7 Pagi (Makassar, 1947) (Damsphere and Films)
  8. Menara Terakhir (Sineman Grup Indonesia)
  9. Operasi Malino: Lembar yang Hilang (Lumintu Citra Nusantara)
  10. Seriboe Soedirman (Onomastika)
  11. Suara Republik (Studio Sunting Imaji)
  12. Timur: 1950 (Wadah Inovasi Digital)
  13. Yang Tenggelam Saat Fajar (Empat Ruang Dimensi)

Sejumlah sineas dan rumah produksi bersama seluruh jajaran pejabat di Kementerian Kebudayaan usai Penandatanganan Kontrak Produksi Film Kepahlawanan, Graha Utama Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Kamis, 1 Oktober 2026.

Dampak dan prospek

Pendanaan dan kepemilikan proyek oleh Kementerian Kebudayaan membuka peluang perluasan akses penayangan. Selain itu, proyek ini berpotensi memperkenalkan kembali kisah-kisah perjuangan bangsa kepada penonton yang lebih luas melalui medium perfilman.

Ke depan, kementerian dapat memaksimalkan pemutaran di festival internasional, pemutaran daerah, dan platform digital untuk meningkatkan jangkauan. Upaya ini diharapkan meningkatkan kesempatan bagi sineas lokal sekaligus memperkuat narasi sejarah nasional dalam industri kreatif.

Perkembangan lebih lanjut akan dipantau menjelang produksi pada 2027, termasuk jadwal syuting, tim kreatif, dan rencana distribusi tiap judul.

Tiara Permata
Penulis
Tiara Permata

Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.

Berita Terkait