Warga Tagih Janji Polisi soal Judi Samkwan di Eks Sky Garden
Binjai — Warga menagih janji Kapolres Binjai, AKBP Bimo Moernanda, untuk menggerebek lokasi perjudian dadu Samkwan di bekas lahan Sky Garden. Kegiatan itu disebut berlangsung sejak malam hingga pagi hari di Jalan Sei Petani, Kelurahan Tanah Seribu, Kecamatan Binjai Selatan, dan diduga telah berjalan lebih dari dua minggu.
Warga minta tindakan cepat
Warga sekitar mengeluhkan semakin banyak pengunjung, bahkan dua hari terakhir datang dari luar daerah. Mereka menilai keberadaan bandar membuat suasana setempat resah. Oleh karena itu, warga mendesak Bareskrim Polri atau kepolisian setempat untuk menindaklanjuti dan menangkap pelaku.
“Makin ramai bang, karena ada bandar orang Tionghoa bang,”
“Kami sebagai warga sangat resah dan kami berharap mabes polri tangkap para pelaku biar ada efek jera,”
Lokasi dan dugaan pengelola
Menurut informasi yang beredar, aktivitas perjudian itu berlangsung di bekas lahan Sky Garden dan ramai sejak malam hari hingga pagi. Warga menyebut nama-nama yang diduga mengelola lokasi tersebut.
- Lokasi: Jalan Sei Petani, Kelurahan Tanah Seribu, Kecamatan Binjai Selatan
- Diduga dikelola: Govin dan Ucok Ginting
- Nama lain yang disebut: HC alias AC, AL alias KR, dan CCL alias A
Hingga kini belum ada keterangan resmi yang memastikan peran masing-masing nama yang disebut warga.
Respons kepolisian dan langkah selanjutnya
Kapolres Binjai, AKBP Bimo Moernanda, merespons laporan tersebut dan memastikan pihaknya akan melakukan pengecekan serta menindaklanjuti laporan yang diterima. Pernyataan ini menegaskan adanya tindak lanjut, namun belum ada penggerebekan atau penangkapan yang dikonfirmasi.
Sementara itu, pihak pengelola lokasi dan individu yang disebutkan belum memberikan klarifikasi. Kepastian apakah benar praktik judi Samkwan beroperasi di kawasan eks Sky Garden kini menunggu hasil pemeriksaan polisi.
Implikasi dan harapan warga
Warga berharap penindakan segera dilakukan agar muncul efek jera dan rasa aman kembali. Kasus ini menjadi sorotan karena arus orang dari luar daerah dan dugaan keterlibatan beberapa nama. Ke depan, perhatian aparat terhadap pengawasan lokasi bekas pusat hiburan seperti Sky Garden dinilai penting untuk mencegah praktik serupa.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPC BMP Nias Utara Periode 2026–2029 Resmi Dilantik
DPC Barisan Merah Putih (BMP) Nias Utara periode 2026–2029 dilantik di Lahewa, Sabtu (31/10), dengan harapan...
STAIN Madina Wisudakan 519 Sarjana dalam Sidang Senat Terbuka
STAIN Mandailing Natal mewisudakan 519 mahasiswa pada 31 Oktober; pesan tentang ilmu, akhlak, dan kesiapan m...
20 Siswa SMP Kunjungi Kantor Wali Kota Medan, Duduk di Kursi Wali Kota
Tiga siswa jadi Wali Kota Pelajar dan 20 siswa SMP mengikuti kunjungan ke Kantor Wali Kota Medan untuk belaj...
Rico Waas Lantik Erisda Hutasoit: Jaga Jembatan Eksekutif-Legislatif
Wali Kota Medan melantik Erisda Hutasoit sebagai Sekretaris DPRD dan meminta peran aktif untuk menjaga komun...
Arianda Tanjung Raih Lima Penghargaan Jurnalistik 2026
Dr. Arianda Tanjung meraih lima penghargaan jurnalistik hingga Oktober 2026, termasuk Anugerah Jurnalistik K...
Wali Kota Tanjungbalai Perkuat Kemitraan untuk Penataan Jalan Asahan
Wali Kota Tanjungbalai pimpin rapat sinergi dengan OPD dan pengusaha untuk menata Jalan Asahan jadi kawasan...