Italia Menang 1-0 atas Yunani, Esposito Jadi Penentu
Tim muda Italia menang 1-0 atas Yunani dalam laga persahabatan di Heraklion, Kreta, Senin 8 Juni 2026. Kemenangan ini datang saat Italia masih bergulat dengan kekecewaan karena gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kali berturut-turut. Gol tunggal lahir dari aksi Francesco Pio Esposito, memanfaatkan umpan dari debutan Jeff Ekhator.
Jalan pertandingan
Pelatih sementara Silvio Baldini menurunkan skuad termuda dan paling minim pengalaman yang dimiliki Italia dalam lebih dari satu abad. Tim tampil agresif sejak awal dan mendominasi penguasaan bola meski beberapa peluang mereka tak berbuah gol.
Yunani berupaya mengandalkan serangan balik, namun kesulitan menembus pertahanan Italia. Penonton di Heraklion menyaksikan duel yang lebih menguntungkan bagi tim tamu sepanjang 90 menit.
Gol Esposito dan aksi penentu
Gol semata wayang terjadi setelah kerja sama dua pemain muda. Debutan Jeff Ekhator memberi umpan kepada Francesco Pio Esposito, yang langsung melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti.
Bola sempat membentur pemain lawan sebelum masuk ke sudut bawah gawang. Itu merupakan gol kelima Esposito dari sembilan penampilan bersama timnas.
Peluang, mistar, dan tekanan Italia
Usai gol, Italia terus melakukan tekanan dan menciptakan sejumlah peluang. Esposito kembali menguji kiper Yunani, Odysseas Vlachodimos, namun tak ada tambahan gol.
Pada babak kedua, Luca Koleosho nyaris menggandakan keunggulan ketika sundulannya menyentuh mistar gawang setelah menerima umpan silang dari Seydou Fini.
Kartu merah dan akhir pertandingan
Drama muncul di penghujung laga ketika Luca Reggiani, yang baru masuk lapangan, mendapat kartu merah hanya 13 menit setelah debut. Wasit menilai Reggiani menjatuhkan Tasos Douvikas yang sedang berlari menuju gawang.
Meski kehilangan satu pemain, Yunani tetap kesulitan mencetak gol. Ancaman mereka baru benar-benar dirasakan kiper Gianluigi Donnarumma pada menit-menit akhir, namun skornya tetap 1-0 untuk Italia.
Konsekuensi dan prospek
Jeda internasional ini memberi sinyal positif bagi masa depan timnas Italia. Meskipun gagal ke Piala Dunia masih membayangi, generasi muda menunjukkan perkembangan dan potensi yang bisa dikembangkan ke depan.
Sementara itu, Yunani masih dalam periode sulit. Mereka hanya mampu mencetak gol dalam satu dari empat laga terakhir, dan penyerang seperti Christos Tzolis serta Christos Zafeiris gagal memanfaatkan peluang, termasuk beberapa tembakan yang melambung jauh di atas gawang.
Hasil ini menjaga moral skuad muda Italia, tetapi tugas Baldini tetap berat untuk menggabungkan pengalaman dan pembinaan pemain muda menuju kompetisi berikutnya.
Berita Terkait
Putra Tri Raih Emas Lead di World Climbing Series Praha 2026
Putra Tri Ramadani merebut emas nomor lead World Climbing Series Praha 2026 dengan skor 43, mengakhiri penan...
Indonesia Open 2026 Bangkitkan Euforia Bulu Tangkis Nasional
Indonesia Open 2026 kembali memicu euforia bulu tangkis dengan antusiasme penonton tinggi dan pujian BWF ata...
Timnas Voli Putri Indonesia Kalah 0-3 dari Kazakhstan
Timnas voli putri Indonesia kalah 0-3 dari Kazakhstan di AVC Cup 2026, 7 Juni 2026, di Candon City; setiap s...
Putra Tri Ramadani Lolos Final WCS Praha
Putra Tri Ramadani lolos final World Climbing Series Praha setelah finis ketiga semifinal pada 7 Juni 2026 d...
Campus League 2026: The Nationals Season 1 Dibuka di UPH
The Nationals Season 1 dibuka di UPH Tangerang (7–13 Juni 2026), mempertemukan wakil lima regional untuk mem...
Kane Pecahkan Rekor Rooney, Cetak Gol di 21 Negara
Harry Kane pecahkan rekor Rooney dengan gol di 21 negara; gol itu jadi yang ke-79 untuk timnas Inggris saat...