Nasional

Muhaimin Ajak Influencer Dorong Pemberdayaan Masyarakat

Bagikan:

Menko Muhaimin Iskandar mendorong para influencer, termasuk finalis Putri Hijabfluencer Indonesia, memanfaatkan pengaruh di media sosial untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, Sabtu, 3 Oktober 2026, saat ia menyerukan kolaborasi lintas sektor untuk mengubah popularitas menjadi manfaat nyata.

Dorongan untuk influencer

Muhaimin menilai influencer memiliki jangkauan luas untuk membangun percakapan dan menggerakkan komunitas. Pengaruh itu dapat digunakan untuk membuka ruang kolaborasi yang memberi dampak langsung pada masyarakat.

"Influencer menjadi kekuatan baru untuk mendorong pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi. Mari manfaatkan pengaruh ini agar berdampak nyata bagi masyarakat," kata Muhaimin Iskandar.

Ia berharap para finalis tidak hanya berkarya secara personal, melainkan juga berperan sebagai duta pemberdayaan yang mempromosikan produk lokal dan potensi daerah.

"Saya berharap para finalis dan influencer tidak sekadar berkarya, tetapi menjadi duta pemberdayaan masyarakat. Gunakan pengaruh untuk menggerakkan potensi, membangun kemandirian, dan menghadirkan manfaat nyata," ujarnya.

Peran Kemenko PM

Menurut Muhaimin, tugas Kemenko PM adalah menyambungkan berbagai kekuatan—pemerintah, dunia usaha, industri, komunitas, dan masyarakat—melalui koordinasi dan jaringan.

"Kami (Kemenko PM) bertugas menyambungkan berbagai kekuatan dan mempertemukan kerja sama dengan semua pihak. Kami juga membangun networking agar kolaborasi menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Muhaimin menegaskan bahwa pemberdayaan harus menjadi orientasi kebijakan dan anggaran agar program tidak berhenti pada simbol, tetapi benar-benar memberikan hasil.

"Hadiah itu harus berdaya dan memberdayakan. Jadi setiap langkah itu harus ada dampaknya," kata Muhaimin menegaskan.

Modal Indonesia dan tujuan

Ia menyebut Indonesia memiliki modal besar: jumlah penduduk, sumber daya alam, dan sumber daya manusia. Namun semua itu harus diolah menjadi kekuatan produktif agar bangsa tidak sekadar menjadi pasar bagi produk impor.

"Besar saja itu sudah kuat luar biasa karena pasar. Tetapi kita harus menjadi bangsa yang mampu memproduksi, bukan hanya menjadi bangsa pembeli," katanya.

Ajakan kolaborasi dan tindak lanjut

Muhaimin membuka peluang kolaborasi Kemenko PM dengan influencer, pelaku usaha, industri, dan komunitas untuk mengangkat usaha lokal dan potensi daerah melalui promosi digital.

Dengan sinergi tersebut, pengaruh digital diharapkan terjemahkan menjadi peningkatan produktivitas, kemandirian ekonomi, dan manfaat nyata bagi komunitas.

Langkah ini menunjukkan pergeseran kebijakan menuju pendekatan lebih inklusif: memadukan kekuatan negara dan masyarakat untuk menciptakan keberdayaan yang berkelanjutan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait