Ekonomi

IHSG Berisiko Terkoreksi, Uji Level 6.300 Hari Ini

Bagikan:
Grafik pergerakan IHSG dengan level uji 6.300 dan indikator pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berisiko terkoreksi pada perdagangan Kamis, 24 September 2026 setelah menutup sesi Rabu menguat 1,56% ke level 6.374,91. Analis memperingatkan IHSG berpotensi bergerak di rentang 6.300–6.400 dan dapat kembali menguji level 6.200–6.270 bila tembus 6.300.

Analisis teknikal dan skenario koreksi

Tim Analis Pasar Modal dari Phintraco Sekuritas menyampaikan proyeksi teknikal tersebut menjelang pembukaan perdagangan. Perkiraan mereka menjadi acuan bagi pelaku pasar yang menilai aksi koreksi sebagai respons wajar setelah kenaikan signifikan.

"Secara teknikal, IHSG hari ini berpotensi bergerak level 6.300–6.400. Jika IHSG menembus level 6.300, maka IHSG akan terkoreksi dan kembali uji level 6.200-6.270,"

Keputusan BI dan implikasi pasar

Keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga pada level BI Rate 5,75% disebut sejalan dengan ekspektasi pasar. Menurut Phintraco, kebijakan ini mencerminkan perhatian otoritas moneter terhadap stabilitas nilai tukar dan inflasi.

"Keputusan tersebut menggarisbawahi kekhawatiran bank sentral mengenai stabilitas rupiah, seiring dengan pergerakan rupiah yang cenderung stabil. Sekaligus tetap menjaga inflasi dalam kisaran target serta mendukung pertumbuhan ekonomi,"

Phintraco juga mengingatkan bahwa kenaikan BI Rate sebesar total 100 basis poin pada Mei–Juni lalu untuk memperkuat rupiah dan menarik aliran modal asing.

"Kebijakan suku bunga tinggi sebagai upaya menarik aliran masuk modal asing. Disamping untuk memperkuat nilai tukar rupiah,"

Pertumbuhan kredit dan dukungan kebijakan

Data menunjukkan pertumbuhan kredit tahunan di Indonesia mencapai 13,36% pada Agustus 2026, level terkuat sejak Agustus 2014. Phintraco menilai tren positif ini didukung oleh optimalisasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Bank Indonesia.

Insentif KLM yang disalurkan tercatat mencapai Rp461,2 triliun per awal September, yang ikut mendorong penyaluran kredit perbankan.

Perdagangan asing di BEI

Sampai penutupan Rabu, aktivitas pasar masih diwarnai aksi jual investor asing. Net sell asing tercatat sebesar 468,26 miliar, dengan beberapa saham mengalami tekanan jual lebih besar.

  • BBRI
  • BMRI
  • TLKM
  • ISAT
  • ADRO

Sementara itu, sektor basic material menjadi yang paling kuat naik, mencatat penguatan 3,47%.

Proyeksi ke depan

Jika IHSG benar menembus level kunci 6.300, potensi koreksi menuju 6.200–6.270 perlu diwaspadai oleh investor jangka pendek. Namun, data kredit yang kuat dan dukungan kebijakan likuiditas dapat menjadi faktor penahan penurunan lebih dalam.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait