Menteri PPPA Arifah Fauzi: Ibu Perkuat Keluarga dengan Nilai Agama
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengajak kaum ibu memperkuat keluarga melalui nilai-nilai agama dan budi pekerti untuk melindungi anak dari pengaruh negatif teknologi digital. Pernyataan itu disampaikan pada Senin, 21 September 2026, di Jakarta sebagai bagian upaya meningkatkan ketahanan keluarga.
Inti seruan: nilai agama sebagai benteng
Arifah menekankan bahwa perlindungan anak tidak cukup hanya dengan aturan keras fisik. Menurut dia, nilai keagamaan dan akhlakul karimah lebih efektif menjadi pembatas sosial bagi anak-anak.
“Mari bersama-sama menguatkan keluarga dan membentengi anak-anak kita. Bukan dengan pagar besi atau beton yang tinggi, tetapi dengan nilai-nilai agama, akhlakul karimah, dan budi pekerti.”
Tantangan perkembangan digital
Perkembangan teknologi yang semakin pesat memunculkan risiko terhadap perkembangan moral dan keselamatan anak. Arifah meminta orang tua meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mendampingi anak agar terhindar dari pengaruh negatif konten digital.
Ia menyoroti pentingnya peran aktif ibu dalam pendidikan karakter sehari-hari, sekaligus mengajak keluarga membangun komunikasi yang terbuka dengan anak.
Kolaborasi dengan Muslimat NU untuk edukasi
Untuk memperkuat program ini, Kementerian PPPA menggandeng Muslimat NU sebagai mitra strategis. Kerja sama diarahkan pada edukasi, pendampingan, dan pemberdayaan perempuan di level komunitas.
“Kolaborasi yang terus dibangun diharapkan memperkuat edukasi dan pendampingan masyarakat tentang pemenuhan hak perempuan dan anak. Ini juga diharapkan dapat memperkuat ketahanan keluarga melalui pemahaman masyarakat yang semakin baik.”
Arifah menambahkan bahwa Muslimat NU memiliki peran sentral melalui lembaga pendidikan dan majelis taklim dalam meningkatkan literasi keberagamaan keluarga.
Langkah ke depan dan harapan
Program edukasi dan pendampingan yang melibatkan organisasi masyarakat diharapkan berjalan berkelanjutan. Kebijakan ini menargetkan peningkatan kapasitas orang tua, terutama ibu, untuk menjadi pelindung dan pendidik utama bagi anak.
Dengan pendekatan nilai dan kolaborasi lintas organisasi, pemerintah berharap ketahanan keluarga kuat menghadapi dinamika digital dan sosial yang terus berubah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wamendikdasmen Fajar Ajak Mahasiswa Siap Sambut Indonesia Emas 2045
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq minta mahasiswa UM Bandung siap menyongsong Indonesia Emas 2045 lewat karak...
Kemenkes Kerahkan 1.898 Tenaga Medis Antisipasi Karhutla
Kemenkes menurunkan 1.898 tenaga kesehatan dan mengirim ratusan ribu masker serta peralatan oksigen untuk me...
Perusahaan Teknologi Tiongkok Gaet Indonesia sebagai Pasar Masa Depan
BSPIA dorong perusahaan teknologi Tiongkok ekspansi ke Indonesia untuk pasar masa depan, fokus pada smart ci...
BSPIA Dorong 1.400 Perusahaan Keamanan dan AI Ekspansi ke Indonesia
BSPIA mendorong 1.400 perusahaan teknologi keamanan dan AI Tiongkok untuk ekspansi ke Indonesia lewat kerja...
Investasi Tiongkok ke Indonesia Capai Rp69,5 Triliun pada H1 2026
Investasi Tiongkok mencapai 3,9 miliar US dolar (Rp69,52T) pada H1 2026; mayoritas terkait hilirisasi minera...
IHSG Sesi I Melemah 0,27% ke 6.423,51, Berbalik Arah
IHSG sesi I 21 Sept 2026 ditutup melemah 0,27% ke 6.423,51; pasar menanti hasil Rapat Dewan Gubernur BI dan...