Hossam Hassan Kena Kartu Kuning Usai Gestur Anti-Rasisme
Pelatih Mesir Hossam Hassan menerima kartu kuning saat memprotes wasit Francois Letexier pada laga Argentina vs Mesir, Rabu 8 Juli dini hari WIB. Hassan menyilangkan kedua tangan membentuk "X" sebagai isyarat resmi dugaan diskriminasi, namun wasit tak menghentikan pertandingan dan tidak menjalankan protokol FIFA.
Protes di lapangan dan konsekuensi kartu
Gestur silang yang dilakukan Hassan adalah cara resmi melaporkan dugaan rasisme selama pertandingan. Ia melakukan itu setelah wasit mengesahkan gol ketiga Argentina, yang memicu kemarahan tim Mesir.
Daripada menindaklanjuti laporan tersebut, wasit Francois Letexier malah memberi kartu kuning kepada Hassan ketika pelatih itu menyampaikan protes secara langsung. Pada masa tambahan waktu, salah satu staf pelatih Mesir juga mendapat kartu merah.
Keputusan VAR yang memicu kemarahan
Kemarahan tim Mesir bermula saat VAR membatalkan gol Mostafa Ziko yang sempat membuat skor 2-0. Letexier menilai ada pelanggaran terhadap Lisandro Martínez sekitar 20 detik sebelum gol tersebut.
Ziko kemudian kembali mencetak gol, tetapi momentum Mesir sudah berubah. Argentina membalikkan keadaan melalui gol Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernández untuk menang 3-2.
Reaksi pakar dan publik
Pakar sepak bola Mesir, Ahmad Youssef, mempertanyakan konsistensi penggunaan VAR dalam laga itu. Ia menilai ada perlakuan berbeda dalam meninjau pelanggaran yang sudah berlalu.
"Standar ganda itulah yang membuat banyak orang marah," ujar Youssef.
Di media sosial, banyak pendukung Mesir menilai timnya lebih pantas menang. Beberapa bahkan menyebut pertandingan itu telah diatur, menambah ketegangan pasca-kekalahan.
Implikasi dan tindak lanjut
Kasus ini membuka pertanyaan soal penegakan protokol anti-rasisme di lapangan. Jika wasit tidak menindaklanjuti isyarat "X", mekanisme penanganan dugaan diskriminasi menjadi tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Federasi terkait atau badan pengawas pertandingan dapat menjadi langkah berikutnya untuk meninjau keputusan wasit dan prosedur VAR. Sementara itu, tim Mesir dan pengamat masih menuntut penjelasan atas sejumlah keputusan yang dianggap kontroversial.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Anthony Hudson Bangga Meski Thailand Gagal Juara FIFA ASEAN Cup
Anthony Hudson tetap bangga pada pemain Thailand meski kalah adu penalti 2-4 dari Indonesia di final FIFA AS...
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Kokoh di Asia Tenggara
Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai kalahkan Thailand 4-2, memperkuat dominasi sepak bola negara di Asi...
De la Fuente Puji Lamine Yamal usai Spanyol Tekuk Ceko 3-1
Luis de la Fuente memuji Lamine Yamal setelah Spanyol menaklukkan Republik Ceko 3-1 di Oviedo; Yamal cetak g...
Lamine Yamal Cetak 11 Gol, Perpanjang Rekor di Usia 19
Lamine Yamal menambah koleksi jadi 11 gol untuk Spanyol, mencetak gol di tiga laga awal Nations League dan m...
Dramatis: Pangsuma FC Bangkit dan Taklukkan Proton FC 4-3
Pangsuma FC Kalbar menang dramatis 4-3 atas Proton FC Kuningan di pekan ke-13 Pro Futsal League, 3 Oktober 2...
Blacksteel FC Papua Tekuk Unggul FC 2-0 di PFL 3 Oktober
Blacksteel FC Papua menang 2-0 atas Unggul FC Malang di GOR POPKI Cibubur, 3 Oktober 2026 berkat gol Ardians...